Archive

Posts Tagged ‘unnes’

File Kuliah Pemrograman Komputer

March 3rd, 2010

File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/

Uncategorized , , ,

Unnes Peringkat ke-29 (INA) Webometrics Januari 2010

February 10th, 2010

Akhirnya pemeringkatan universitas kelas dunia versi Webometrics untuk periode Januari 2010 telah dibuka. Pemeringkatan yang agak terlambat 2 minggu dari jadwal akhir Januari 2010 ini tentu banyak ditunggu-tunggu oleh semua universitas, tak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sebagai pihak yang banyak bersinggungan dengan hal tersebut, saya juga dag-dig-dug dibuat menunggu. Setiap hari terus mencoba mengecek pemeringkatan periode ini dengan satu ketakutan, Unnes terlempar dari 6000 top.

Sore ini ketika membuka situs webometrics di www.webometrics.info, saya segera mencari pemeringkatan untuk Indonesia. Alhamdulillah setelah dilihat Unnes masuk peringkat ke-29 untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau peringkat 3724 untuk seluruh perguruan tinggi dunia. Sebelumnya Unnes menempati peringkat ke-5976 dunia pada bulan Juli 2009, dan harus puas bertengger pada posisi 4800 dunia pada pemeringkatan Januari 2009. Daftar selengkapnya untuk pemeringkatan Webometrics perguruan tinggi Indonesia yang masuk 6000 top dunia bisa dilihat pada halaman ini. Prestasi ini mungkin belumlah menyenangkan, karena rekan eks-IKIP seperti UM masuk peringkat 6 Indonesia, UPI peringkat 14, UNY peringkat 21, Unnes peringkat 29, sedangkan eks-IKIP yang lain seperti UNJ, UNESA, UNM, UNP, UNIMED belum kelihatan di jajaran 6000 top dunia.

Saya langsung melakukan kontak dengan Pak Rektor, Pak PR I, dan Pak Kepala UPT PTIK untuk menginformasikan hasil pemeringkatan ini. Hasil diskusi singkatnya adalah, kita perlu melakukan pembenahan di sektor RichFiles, dan Scholar. Karena pada pemeringkatan ini dari segi Size Unnes peringkat 3285 (21 Indonesia), Visibility peringkat ke 4727 (34), Rich Files 6448 (38), dan Scholar peringkat 2139 (18). Rangking ini tentunya mengalami kenaikan, walupun tidak signifikan. Seperti dalam tulisan saya yang lalu,  dalam pemeringkatan Webometrics yang dirilis Juli 2009, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya pada Januari 2009 peringkat ke-1945) pada unsur size, 7142 (Januari 2009 peringkat ke-4174) pada visibility, 6579 (Januari 2009 peringkat ke-8789) pada rich files, dan 8399 (Januari 2009 peringkat ke-9238) pada scholar.

Semoga hasil ini bisa membawa dampak yang baik bagi seluruh sivitas akademika Unnes. Viva Unnes Sutera!!

KeUNNESan, Pengalaman, Umum , , , , , , , ,

Webometrics Juli 2009

July 31st, 2009

Akhirnya pemeringkatan Webometrics untuk edisi Juli 2009 hari ini (30/07) keluar sudah.  Sebanyak 39 perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam jajaran Top 6000 Universities, tak terkecuali Unnes. Namun yang patut disayangkan peringkat Unnes (unnes.ac.id) harus anjlok ke posisi 38 dari sebelumnya pada bulan Januari 2009 di posisi 33 untuk perguruan tinggi di Indonesia.

Metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab, sebuah group lembaga riset dari the Centro de Información y Documentación (CINDOC), tetap sama sebagaimana yang dipakai pada pemeringkatan sebelumnya. Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis Juli 2009 tersebut, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya 1945) pada unsur size, 7142 (4174) pada visibility, 6579 (8789) pada rich files, dan 8399 (9238) pada scholar. Pada semua unsur Unnes mengalami kemunduran yang luar biasa  kecuali untuk capaian rich files yang meningkat pemeringkatannya. Dengan penurunan rangking ini, Unnes yang sebelumnya masuk dalam peringkat 4800 dunia, saat ini harus puas bertengger pada posisi 5976.

Melihat hasil ini, tampaknya semua pihak harus segera proaktif berbuat sesuatu. Apa yang telah dikerjakan sebelumnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi tampaknya belum berhasil. Masih diperlukan kerja keras dan kerjasama antar unit terkait di Unnes. Unit di Unnes adalah bagian integral dari sebuah lembaga besar Unnes. untuk itu perlu dilakukan penyamaan persepsi baik dalam bidang akademik (atau lebih familiar disebut bidang I), bidang administrasi dan keuangan (II), kemahasiswaan dan alumni (III), dan lebih lagi bidang kerjasama (IV). Antar bidang tersebut mestinya tidak saling menunggu, tetapi harus saling rangkul untuk berusaha memulai lebih dahulu, tentu dengan proporsi, wewenang, dan tugas yang sesuai. Tidak ada baiknya jika semua saling tuding kesalahan, saling klaim keberhasilan. Karena memang kesalahan dan keberhasilan yang telah dilakukan dan dicapai adalah kesalahan dan keberhasilan lembaga.

Mudah-mudahan Unnes segara mengambil hikmah dibalik ‘anjlok’nya peringkat Unnes dalam webometrics periode Juli 2009 ini, dan segera meningkatkan kinerja yang lebih baik. Semoga!!

KeUNNESan, Pengalaman , , , ,

Soal Prediksi Ujian Nasional (UN) 2009

March 6th, 2009

Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.

JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.

Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.

Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No.  82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.

Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.

KeUNNESan, Umum , , , , , ,

Peta Lokasi Tes Tulis SPMU 2009

February 24th, 2009

Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (SPMU) tahun 2009 sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan dengan SPMU tahun sebelumnya. SPMU 2009 dilaksanakan dengan membuka dua jalur seleksi yaitu seleksi jenjang diploma (D3) dan Sarjana (S1), dan seleksi SPMU berbeasiswa (SPMU-B) yang seleksinya dilaksanakan secara bersamaan. Setelah melalui masa pendaftaran dan verifikasi secara online mulai tanggal 13 Januari 2009 sampai dengan 13 Februari 2009, jumlah total peserta tes SPMU 2009 sebanyak 19.252 orang atau naik secara signifikan sebesar 44,06% dari peserta tahun sebelumnya 13.364 orang. Sebagaimana tahun sebelumnya pada SPMU tahun ini didominasi oleh pendaftar berjenis kelamin wanita sebanyak 11.658 orang (60,55%) dan 7.594 orang (39,45%) laki-laki.

Tingginya animo masyarakat dalam SPMU 2009 ini mengakibatkan tidak semua peserta tes tulis yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2009 melangsungkan tes di Kampus Utama Sekaran. Lokasi tes tulis tersebar dalam 19 lokasi yang meliputi 6 area fakultas di Kampus Utama Sekaran (Gedung A s.d F), Kampus Unisbank Jl. Tri Lomba Juang, Kampus Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Pawiyatan Luhur, Semua gedung di Kampus Undip Tembalang, Fakultas Sastra Undip di Pleburan, seluruh gedung di Politeknik Negeri Semarang (Polines) Tembalang, Kampus Untag di jl. Pemuda, Kampus I USM di Jl. Atmodirono, Kampus USM III di Jl. Soekarno-Hatta, Kampus IAIN Walisongo Semarang, STIE Dharma Putra Jl. Pamularsih, SMA Ksatrian 1 Jl. Pamularsih, dan SMA -SMP Institut Indonesia (SMA/SMP II) Jl. Maluku Semarang.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada saat hari pelaksanaan biasanya akan terjadi kemacetan di beberapa titik rawan yang merupakan pertemuan beberapa jalur angkutan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai terjadinya kemacetan adalah Pasar Sampangan dan jalan Menoreh Raya, Jembatan Besi Sampangan, Sumur Jurang Ungaran-Gunungpati, dan beberapa titik di jalan sekitar Kampus Sekaran Gunungpati Semarang. Untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan, maka panitia SPMU 2009 sudah bekerjasama dengan pihak yang terkait baik dari Kepolisian, Resimen Mahasiswa, dan Pramuka untuk dapat ikut membantu kelancaran jalannya SPMU 2009 dengan menempatkan beberapa personil mereka di titik-titik yang berpotensi mengalami kerawanan.

Untuk mempermudah akses masuk ke lokasi tes tulis, maka disarankan bagi peserta SPMU untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. (1) Bagi peserta yang datang dari luar kota Semarang dan sekitarnya, seyogyanya untuk datang ke Semarang dan melihat dan memastikan lokasi tes tulis sehari sebelum tes dilangsungkan. Dengan demikian pada hari pelaksanaan, peserta tidak lagi harus mencari-cari lokasi tes tulisnya. (2) Panitia telah membuat peta lokasi SPMU 2009 beserta arah dan rute yang bisa diunduh di http://spmu.unnes.ac.id/fileku/peta_spmu_2009.pdf. Dengan bantuan peta dan rute lokasi SPMU tersebut, diharapkan membantu peserta untuk menemukan lokasi tes secara lebih cepat baik yang datang secara kolektif maupun perseorangan. (3) Pastikan semua peralatan dan perlengkapan tes tulis telah tersedia. Lembar jawaban tes menggunakan format Lembar Jawab Komputer (LJK). Panitia tidak menyediakan pensil, karet penghapus, dan alas untuk mengerjakan tes tulis. (4) Seluruh peserta diharapkan untuk dapat makan pagi (sarapan) sebelum tes dilangsungkan, mengingat tes tulis akan dilaksanakan secara maraton mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. (5) Peserta hendaknya tidak mempercayai oknum atau pihak tertentu yang mengatasnamakan panitia SPMU 2009 yang menjanjikan dapat menjamin kelulusan seleksi SPMU 2009 dengan imbalan sejumlah uang yang diserahkan baik sebelum atau sesudah pengumuman hasil SPMU. Jika ada oknum yang melakukan hal tersebut maka dapat dipastikan itu merupakan bentuk penipuan bagi peserta SPMU. Panitia akan melakukan seleksi secara otomatis dengan bantuan komputer berdasarkan hasil tes tulis, tes keterampilan, tes wawancara, dan atau data lain yang diperlukan. Tidak ada campur tangan panitia secara langsung dalam memilih calon peserta yang diterima melalui SPMU 2009.

Bagi peserta yang memiliki masalah atau ada hal-hal yang perlu ditanyakan, maka sebaiknya melakukan kontak secara langsung ke Panitia SPMU 2009. Anda dapat menghubungi Sekretariat Panitia SPMU 2009 di Bagian Pendidikan dan Evaluasi BAAK Unnes, Gedung H Lantai I, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, telp. / fax. (024) 8508084, e-mail: spmu@unnes.ac.id , untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah yang Anda hadapi. Selamat berjuang dan berkompetisi secara sehat dalam SPMU 2009. Kami tunggu kedatangan Anda di Kampus Hijau Universitas Negeri Semarang. Semoga Sukses.

KeUNNESan, Umum , , , , , , ,

Seminar Sosialisasi OpenSource KPOS Fisika Unnes

April 26th, 2008

gambar seminar kposHari ini (26/04) saya diminta teman-teman Komunitas Pecinta Opensource (KPOS) Fisika Unnes untuk menjadi pembicara dalam “seminar sosialisasi penggunaan software opensource dan aplikasinya untuk pengembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan”. Saya berkesempatan bicara mengenai “Linux OpenSuSE, installing dan Konfigurasinya” setelah giliran Pak Wahyu Hardyanto yang mengupas mengenai Sejarah OpenSource dan peranannnya dalam dunia pendidikan.

Peserta seminar kali ini cukup sedikit karena memang panitia hanya membatasi sebanyak 25 orang peserta. Hal ini dilakukan agar pesan seminar lebih mengena bila dibanding apabila jumlah peserta yang banyak. Kebanyakan peserta adalah guru SMP yang ada di kota Semarang serta rekan-rekan mahasiswa dari Unnes sendiri.

Karena saya harus bicara mengenai Linux OpenSuSE 10.3, maka pertama saya menyampaikan tentang spesifikasi minimal hardware agar bisa menginstall OpenSuSE 10.3. Spesifikasi minimum untuk bisa menginstall linux OpenSuSE 10.3 adalah (http://en.opensuse.org/Sysreqs) :

  • Processor: Intel: Pentium 1-4 or Xeon; AMD: Duron, Athlon, Athlon XP, Athlon MP, Athlon 64, Sempron or Opteron
  • Main memory: At least 256 MB; 512 MB recommended
  • Hard disk: At least 500 MB for minimal system; 2.5 GB recommended for standard system
  • Sound and graphics cards: Supports most modern sound and graphics cards

Setelah itu dilanjutkan dengan konfigurasi hardware, cara menambah software, dan aplikasi-aplikasi penting. Banyak peserta yang masih belum percaya dengan kehebatan OpenSuSE 10.3, karena kebiasaan mereka dengan OS Windows. Namun demikian setelah diskusi, dan saya perlihatkan betapa indah dan lengkapnya OpenSuSE, peserta rata-rata termotivasi untuk mencobanya.

Satu yang saya tekankan di sini adalah agar dunia pendidikan mulai berbenah dengan menggunakan software yang legal. SOftware legal tidak harus dengan free OpenSource, namun bisa juga membeli lisensi bila memang itu berbayar. Jika memang ada kesulitan dana, ada alternatif lain yang paling mungkin yaitu dengan menggunakan operating system yang gratis dan bagus seperti OpenSuSE. Dalam seminar ini juga saya tekankan, bahwa untuk beralih ke software legal, maka harus dimulai dari hati. Jika dalam hati yang paling dalam mengatakan bahwa menggunakan software ilegal adalah sesuatu yang biasa (karena teman-teman juga demikian, barangkali) dan memberikan ketidakmanfaatan maka perlu dipertanyakan lagi. Jika hati mengatakan itu tidak sah (haram), maka saya sarankan untuk segera bertaubat dan beralih menggunakan software yang legal.

Sekarang saatnyalah kita berubah. Stop penggunaan software ilegal, gunakan software legal yang handal, murah, dan mudah!

Ilmiah, KeUNNESan, Linux, Pengalaman , , , , , , ,

Wewenang dan Tanggung Jawab

April 18th, 2008

Pagi ini seperti biasa saya masuk Puskom (eh sekarang mau diganti BPTIK ya,…). Seperti biasa pula ada mahasiswa yang bermaksud bertemu. Lha ndak tahu kenapa kok mesti ketemu saya, padahal saya juga bukan Kapuskom, bukan Sekretaris Puskom, bukan Ketjur, bukan pembantu dekan, atau bahkan Pembantu Rektor I. Rata-rata mahasiswa datang dan memaksa saya untuk mengambil ’sebuah kebijakan’.

Yang datang kali ini adalah mahasiswa PKG PGSD S1. Masalahnya adalah dosen wali belum menyetujui KRS, KRS tidak dapat dicetak, Jurusan tidak tahu berbuat apa, dan menyuruh mahasiswanya mengadu ke Puskom. Setelah saya pikir-pikir kok apa puskom sekarang sudah menjadi lembaga ‘peraduan’?? Jika ditilik dari masalah ini, sebenarnya apa ada kaitan puskom dengan perwalian KRS?? Secara tata aturan yang benar, yang berhak dan berwenang menyetujui dan tidak menyetujui KRS adalah dosen wali. Perwalian dilakukan secara online. Jika dosen tidak berkenan perwalian secara online, maka disediakan alternatif perwalian manual, yang nantinya diinput oleh Sekjur ke SIkadu.

Jika itu tadi masalahnya, kenapa harus ke Puskom? Apakah sistem sejak lama memang demikian? Kalau begitu bagaimana dengan wewenang dan tanggungjawab ketua jurusan, sekjur, pembantu dekan 1? Itu kan menjadi tanggungjawab mereka untuk menyelesaikannya, sesuai dengan kontrak ketika beliau-beliau diangkat. Jika puskom dipaksa menyetujui KRS, apakah ini tidak justru merusak tatanan?

Pertanyaannya, kapankah seluruh sivitas akademika Unnes mengerti arti tanggungjawab, wewenang, hak, dan kewajiban mereka? Kapankah dosen wali, mahasiswa, pejabat, pegawai Unnes mau memahami hak dan kewajiban mereka? Yakin, jika semua sudah mengerti, maka Unnes akan cepat malaju menyusul universitas-universitas unggul di Indonesia. Semoga cita-cita Unnes SUTRA semakin dekat saja…

KeUNNESan, Umum , , , , ,