File Kuliah Pemrograman Komputer
File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/
File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/
Mengapa ada sebagian kecil orang tua tidak setuju dengan Ujian Nasional? Mengapa ada sebagian siswa yang ikutan demo menolak Ujian Nasional? Berikut ini adalah alasan utamanya
Saya sangat sepakat jika Ujian Nasional diperbaiki kualitasnya. Tapi mengapa justru yang dipermasalahkan kok bukannya “banyaknya guru dan Kepala Sekolah yang melakukan kecurangan terstruktur”, kenapa bukannya bagaimana mengatasi ketidakjujuran siswa? kenapa bukan bagaimana menanamkan sifat ksatria dan penuh tanggungjawab kepada anak?
Itulah Indonesia kita tercinta. Semua dimabukkan oleh kepentingan sesaat. Semua disibukkan dengan urusan yang ingin serba instan. Padahal kalau kita cermati, untuk bisa lulus dari satuan pendidikan HARUS lulus dalam tiga komponen., dan masing-masing memiliki bobot yang sama. Yaitu kelulusan ujian nasional, kelulusan ujian sekolah, dan kelulusan dari satuan pendidikan. Masalah muncul karena kelulusan ujian sekolah dan kelulusan dari satuan pendidikan semua dikatrol habis-habisan. Semua sudah tidak jujur dalam hal ini. Pendidik tidak jujur, siswa tidak jujur, kepala sekolah juga tidak jujur.
Tidak lulus ujian nasional adalah hal yang lumrah. Lihat saja bagaimana ksatrianya bapak-bapak kita jaman dulu yang ketika tidak lulus ujian juga tidak shock, tidak stress. Karena memang lumrah, dalam sebuah evaluasi pasti ada yang gagal. Kalau semua lulus, justru itu menjadi tanda tanya besar. Ini terkait dengan sifat siswa dan anak-anak kita yang selalu saja dimanja habis-habisan. Tidak pernah diberikan latihan bertanggungjawab untuk memikul suatu masalah. Akhirnya kalau gagal, jadi stress, shock berat, bahkan ada yang bunuh diri. Mestinya orang tua juga harus instrospeksi diri, apakah sudah benar cara mengontrol anak. Pendidik juga harus mawas diri, apakah sudah sepebuh hati dalam mendidik siswa. Pengelola sekolah juga harus koreksi diri, apakah sudah jujur dalam melakukan manajemen sekolah. Pemerintah harus juga berkaca, sudah meratakah fasilitas pendidikan di negeri ini?
Kenyataan yang sunggu aneh, adalah pemberian bantuan/insentif bagi sekolah yang kelulusannnya tinggi, namun memberikan sanksi bagi sekolah dengan kelulusan rendah. Mestinya, pola pikir itu dibalik, yang kelulusannnya rendah diberikan bantuan. Dengan demikian, setiap sekolah akan jujur untuk memotret kualitas masing-masing. Tapi ini tidak mudah, karena semua pejabat butuh citra. Guru butuh citra. Kepala sekolah butuh citra. Orang tua butuh citra. Namun citra saja tidaklah cukup, melainkan tujuan akhirlah yang paling penting.
Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca kriteria kelulusan sebagai berikut:
A. Kelulusan Ujian Nasional (UN)
B. Kelulusan Ujian Sekolah
C. Kelulusan dari Satuan Pendidikan
Keterangan :
NK = Nilai rata-rata kelulusan
A = Rata-rata nilai raport semester I - VI
B = Rata-rata nilai ujian sekolah
C = Rata-rata nilai ujian sekolah
Keempat kreteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan di atas harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila salah satu kriteria tidak terpenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari satuan pendidikan. Satuas pendidikan yang akan memberi predikat bagi peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan, sambil menunggu standar penilaian pendidikan ditetapkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Pendaftaran SPMU 2009 Tinggal 9 Hari Lagi, Ayo buruan!!!. Pendaftaran ditutup tanggal 13 Februari 2009
Beberapa hari ini saya dipusingkan dengan ketidakterbacaan usb hard disk external saya di Linux OpenSuSE 11.0. Sayangkan hardisk yang 80GB tidak bisa dimanfaatkan untuk simpan menyimpan file. Padahal sudah terinstall ntfs-3g yang konon bisa membaca dan menulis di partisi NTFS.
Setelah sekian lama baca membaca, dan menjalankan tutorial yang ada mengenai error ntfs ini, hasilnya tetap nihil, alias tidak bisa dipakai. Errornya selalu muncul saat kita akan buka usb hard disk saya itu. Errornya kalau tidak salah
mount: wrong fs type, bad option, bad superblock on /dev/
sdb1, missing codepage or other error in some cases
useful info is found in syslog-try dmesg | tail or so
Wah kacau dech.. Akhirnya, saya menemukan solusi dari forum sebelah. Dan cukup singkat. Yaitu melinkan mount-ntfs_3g dengan mount-ntfs. Atau lebih jelasnya ketikkan:
ln -s mount.ntfs-3g mount.ntfs
Setelah itu system direstart. AKhirnya….jreng,jreng… USB hard disk external saya bisa dibaca dan ditulisi. ALhamdulillah…
Wah dah lama kok ga posting lagi. Setelah sekian lama disibukkan dengan seabrek tugas di kampus. Hari ini aku mulai lagi rutinitas yang selama ini aku panding. Ya, aku mulai lagi masuk komunitas mahasiswa di kota kembang Bandung.
Aku tiba di Kota Bandung pagi ini sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dengan “Bandung Express” yang berangkat dari Ungaran. Memang agak terlambat dari jadwal yang semestinya pukul 04.00. Karena saat berangkat dari Ungaranpun bis sudah sangat terlambat. Jadwal keberangkatan pukul 19.00 eh ternyata molor sampai pukul 20.00. Ditemani Ernes Cahyo N, mahasiswa Fisika smt 8, aku menunggu kedatangan bis di agen dengan penuh kedongkolan. Eh malah yang ditunggu-tunggu ga segera datang. Namun kedongkolanku sedikit terobati dengan adanya tanyangan TV (di agen) “Gerbang KDI 4 Tanding Lagi” yang lumayan heboh.
Jika kemarin aku disibukkan dnegan membaca email pesan, komentar, dan saran, bahkan sumpah serapah dan ejekan, maka kali ini aku mulai disibukkan dengan urusan kuliah dengan seabrek tugas. Barangkali kalau saya tidak begini malah susah ya… soalnya sudah terbiasa hidup penuh dengan kesibukan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana susahnya mereka yang karena sesuatu hal tidak bisa menyibukan diri, tidak bisa pergi keluar rumah, hanya tiduran, atau bahkan menahan rasa sakit dengan penuh tanpa kepastian. Wah kalau ingat ini, rasanya nikmat sekali hidup ini. Rasanya apa yang aku peroleh selama ini sudah cukup sudah. Tapi ya namanya manusia ya gitu dech… sering tidak ingat…
Ya, sudah, saya lanjutkan browsing dulu. Soale ini saya di Comlabs (Pusat IT ITB) . :)) eh jangan bilang-bilang lho kalau saya bisa gratis akses internet di sini…nanti dosaku nak tambah akehh….padahal kan harus jadi member 10rb perak per bulan….
Salam,
monggo..
Banyak hal yang dapat kita peroleh dari keletihan, kelelahan. Barangkali orang tidak akan sukses tanpa menemui apa yang namanya letih atau lelah. Barangkali pula, orang akan mati terjerembab ke dalam kubangan hitam setelah menemui kelelahan. Jadi lelah dan letih adalah sebuah keniscayaan. Berkaca dari ini, maka menurut hemat saya, sifat lelah dan letih mestinya harus dinikmati. Barangkali lelah dan letih merupakan anugrah yang tak terkira dari Tuhan Allah swt. Artinya apa, dengan lelah orang akan semakin sadar akan kemampuannya. Dengan letih, kita mestinya harus berpikir apa yang harus kita kerjakan selanjutnya. Barangkali pula, jika kita tidak pernah lelah, maka kita tidak akan berpikir untuk apa yang mesti kita lakukan selanjutnya.
Eh, kok ngomongomong banyak barangkalinya ya? sudah berapa kali ya…:))
Kembali ke laaaaptooop (kaya tukul aja)…
Eh kalau menilik si Miliarder Tukul Arwana, ia sesukses itu sekarang, mungkin sudah kenyang yang namanya lelah dan letih. Dulu ketika masih menjadi seniman lawak yang masih belum ‘laku’ ya mesti ia lelah dan letih. Apa sekarang setelah sukses ia juga tidak lelah dan letih? Ah..mana mungkin. Saya bisa memastikan kalau ia juga lelah dan letih, mungkin ketika memikirkan kalau besok sudah tidak laku lagi mau apa. Jika semua orang sudah tidak memakainya…..
Lelah juga menghinggapiku ketika harus menangani berbagai persoalan secara bersamaan. Ada banyak hal di kampus yang mesti bersinggungan denganku. Registrasi online yang memakan banyak ‘korban’, SPMU dengan berbagai macam pertanyaan, dan tentu kegiatan nggolek ilmu yang tidak bisa dipungkiri menyita waktu dan membuat lelah. Eh kenapa registrasi online saya katakan memakan banyak korban? Korban sendiri tidak mesti berasumsi jelek. Siapa yang menjadi korban: Pejabat, Mahasiswa, Dosen, Karyawan, Orang tua, dan saya pun ikut di dalamnya. Bahkan kalau saya ingat ada email yang dikirim ke saya…waduh isinya melelahkan..
Mau tahu isi emailnya?????, ini dia…
> asu kowe... > katrok.... > punya situs kok susah dibuka... > apa ini!!! > ngabis-ngabisin duit aja! > MIPA aneh-aneh! > sok keminter, > malah nyengsarakno kancane dhewe... > > yen nesu hubungi 085640365xxx > yen ora wani yo wes, > kamu tu mang pengecut, > kalau kekampus pakai BH ya...
Hehehe ya itulah manusia. Semua boleh kecewa. Dan sayapunjuga boleh kecewa. Barangkali siapapun yang ingin maju, ya mesti berlelah dan letih dulu.
Salam,
SUgi
Ini adalah blog pertama yang benar-benar saya diperhatikan, soalnya pernah juga membuat blog di sebuah situs gratisan, namun sampai sekarang masih belum bisa ngisi. Ya jadinya pakai acara numpan milik server unnes.
Mengapa kunamai ‘Belajar Membaca’ ala Kang Sugi? Judul blog ini terinspirasi oleh nasihat guru saya sewaktu studi di SMA (tepatnya Madrasah Aliyah/MA, ya hampir sama dengan SMA lah… kan cuma beda S doang…he..he…:)). Kata beliau orang Islam itu tidak maju-maju karena tidak pernah baca.
Padahal ayat yang pertama kali turun itu kan ‘Iqra’ yang artinya bacalah. Tapi jangan diartikan hanya membaca buku saja. Sebab membaca itu tidak hanya persoalan melihat buku kemudian melafalkan kalimat demi kalimat, namun lebih bagaimana kita bisa memahami semua persoalan yang belum kita ketahui, hingga membuahkan manfaat baik diri sendiri ataupun bagi orang lain. Jadi singkat kata, persoalan membaca bisa dilakukan dengan mengamati alam, mengambil pengalaman orang lain, melakukan research, dan lain sebagainya.
Komentar Terakhir