Archive

Archive for the ‘Umum’ Category

Menulis Huruf Aneh di Status Facebook atau Lainnya

June 5th, 2010

Tadi saya sempat penasaran, kok ada yang aneh. Orang menulis status dengan diselipi karakter aneh. ?TM, ©, ?, ?, ?, ?. Banyak karakter lain yang bisa dikombinasi menjadi bentuk, karakter, atau tulisan yang aneh. Telisik punya telisik, ternyata itu huruf ASCII yang dulu juga pernah lihat.

Untuk bisa menulis karakter ASCII pada status facebook atau pada textbook, maka dapat dilakukan dengan menekan bersama-sama tombol Alt + kode untuk tiap karakter. Kode bisa berupa angka desimal atau hexadesimal. Biasanya yang paling mudah dengan mengetikkan kode desimal. Misal karakter ? dapat ditulis dengan kode desimal 003d. ? adalah kode 004d, ? =005d,  ?=006d, dan lain-lain. Bila penasaran, silahkan dicoba saja menuliskan kode dari 000d sampai dengan 127d. Daftar ASCII selengkapnyadapat dilihat di http://u24114.hs-harz.de/files_gdi1/ascii.gif

Tips & Trik, Umum , , , , ,

Tahu Nikmatnya Sehat Tatkala Menikmati Sakit

June 4th, 2010

Sudah lama tidak melakukan posting di web ini. Ada banyak alasan yang bisa dijadikan alasan… (hhehehehe). Pertama waktu, ya waktu. Tampaknya waktu adalah faktor yang paling dominan mengapa aku sering lupa untuk update blog ini. Kok bisa? ya bisa tho.. Saat waktunya senggang, hati rasanya ingin sekali memanfaatkannya untuk istirahat. Mau nulis males, mau baca males, mau mengerjakan apapun males.Yang paling tidak males adalah bermalas-malasan. Sebaliknya saat waktunya sibuk, mengerjakan ini itu, mengejar deadline, dan mengajar mahasiswa, ujung-ujungnya tidak bisa nulis, tidak bisa baca. Tampaknya saya harus bisa belajar membaca. Ya, belajar membaca. Membaca waktu tentu salah satunya. Kapan waktu senggang bisa saya baca dan dimaknai sebagai waktu yang sibuk, dan membaca waktu yang sibuk sebagai waktu yang senggang. Dengan harapan semua serba setimbang.

Kedua, karena kondisi. Ini yang tidak bisa dilawan. Saya baru tersadar, bahwa sebaik apapun waktunya, sesenggang apapun waktunya, sebrilian apapun idenya, namun jika kondisi tidak memungkinkan ya tidak bisa tercapai apa yang diinginkan, termasuk nulis. Saya sekarang jadi mafhum, tidak semua yang diagendakan bisa diwujudkan. Saya jadi terbelalak, bahwa saya adalah makhluk kecil.

Judul di atas, memang sudah biasa ditulis orang lain. Namun saya baru saja memahami. Dulu memang saya tidak pernah memikirkan kalimat-kalimat itu. Tapi sekarang saya mengalaminya sendiri. Jika ada pertanyaan, adakah cara menikmati waktu kita dalam kondisi sehat? tentu banyak jawabannya. Kalau pertanyaannya sekarang adalah, apakah sakit bisa dinikmati? sebagai orang awam saya dengan tegas menjawab tidak. Ya, sakit tidak bisa dinikmati. Terus mengapa judulnya seperti itu?. Saya melihat tidak ada yang aneh kok. Namun judul itu harus dimaknai secara keseluruhan, dan jangan dipotong-potong. Orang yang sedang tidak menikmati, maka ia tidak akan bisa berfikir positif. Sebaliknya, orang yang menikmati tentu ia akan berfikir positif. Artinya, jika kita ingin tahu nikmatnya kondisi sehat, maka tatkala sakit pun kita harus bisa menikmatinya. Entah dengan berbagai cara. Jika kita sakit, kemudian kita tidak bisa menikmatinya, maka yang terjadi justru pikiran kita menjadi kalut, bahkan bisa meningkat stress. Nah pada kondisi tersebut, kita pasti tidak akan pernah berfikir bagaimana nikmatnya sehat. Namun jika kita menikmati sakit kita, maka kita akan bisa berfikir secara logis kelebih nikmatannya kondisi sehat. Coba dech renungkan.

Sembilan hari tergolek di RS Elisabeth sejak 8 Mei, gara-gara operasi ususbuntu akut atau dalam istilah medisnya appendicitis acute, membuat saya mulai berfikir. saya berusaha mati-matian untuk menikmati sakit saya. Memang susah, benar-benar susah. Tapi, saya mulai tahu apa maknanya menikmati sakit untuk bisa melihat lebih nikmatnya sehat.

Pengalaman, Umum , , , , ,

Unnes Peringkat ke-29 (INA) Webometrics Januari 2010

February 10th, 2010

Akhirnya pemeringkatan universitas kelas dunia versi Webometrics untuk periode Januari 2010 telah dibuka. Pemeringkatan yang agak terlambat 2 minggu dari jadwal akhir Januari 2010 ini tentu banyak ditunggu-tunggu oleh semua universitas, tak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sebagai pihak yang banyak bersinggungan dengan hal tersebut, saya juga dag-dig-dug dibuat menunggu. Setiap hari terus mencoba mengecek pemeringkatan periode ini dengan satu ketakutan, Unnes terlempar dari 6000 top.

Sore ini ketika membuka situs webometrics di www.webometrics.info, saya segera mencari pemeringkatan untuk Indonesia. Alhamdulillah setelah dilihat Unnes masuk peringkat ke-29 untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau peringkat 3724 untuk seluruh perguruan tinggi dunia. Sebelumnya Unnes menempati peringkat ke-5976 dunia pada bulan Juli 2009, dan harus puas bertengger pada posisi 4800 dunia pada pemeringkatan Januari 2009. Daftar selengkapnya untuk pemeringkatan Webometrics perguruan tinggi Indonesia yang masuk 6000 top dunia bisa dilihat pada halaman ini. Prestasi ini mungkin belumlah menyenangkan, karena rekan eks-IKIP seperti UM masuk peringkat 6 Indonesia, UPI peringkat 14, UNY peringkat 21, Unnes peringkat 29, sedangkan eks-IKIP yang lain seperti UNJ, UNESA, UNM, UNP, UNIMED belum kelihatan di jajaran 6000 top dunia.

Saya langsung melakukan kontak dengan Pak Rektor, Pak PR I, dan Pak Kepala UPT PTIK untuk menginformasikan hasil pemeringkatan ini. Hasil diskusi singkatnya adalah, kita perlu melakukan pembenahan di sektor RichFiles, dan Scholar. Karena pada pemeringkatan ini dari segi Size Unnes peringkat 3285 (21 Indonesia), Visibility peringkat ke 4727 (34), Rich Files 6448 (38), dan Scholar peringkat 2139 (18). Rangking ini tentunya mengalami kenaikan, walupun tidak signifikan. Seperti dalam tulisan saya yang lalu,  dalam pemeringkatan Webometrics yang dirilis Juli 2009, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya pada Januari 2009 peringkat ke-1945) pada unsur size, 7142 (Januari 2009 peringkat ke-4174) pada visibility, 6579 (Januari 2009 peringkat ke-8789) pada rich files, dan 8399 (Januari 2009 peringkat ke-9238) pada scholar.

Semoga hasil ini bisa membawa dampak yang baik bagi seluruh sivitas akademika Unnes. Viva Unnes Sutera!!

KeUNNESan, Pengalaman, Umum , , , , , , , ,

Alasan Utama Penolakan Ujian Nasional

January 29th, 2010

Mengapa ada sebagian kecil orang tua tidak setuju dengan Ujian Nasional? Mengapa ada sebagian siswa yang ikutan demo menolak Ujian Nasional? Berikut ini adalah alasan utamanya

  1. ORANGTUANYA KHAWATIR ANAKNYA TIDAK LULUS DAN MERASA MALU,
  2. MALU KALAU ANAKNYA AGAK GOBLOK
  3. Siswa sekarang sudah dicekoki dengan sifat tidak PD, tidak ulet, dan selalu dimanja. Ujung-ujungnya sifat pragmatis (ingin serba instan) selalu muncul.
  4. Tidak sadar kalau evaluasi oleh pihak eksternal itu penting, yang berarti belum ada kejujuran dalam diri sendiri.

Saya sangat sepakat jika Ujian Nasional diperbaiki kualitasnya. Tapi mengapa justru yang dipermasalahkan kok bukannya “banyaknya guru dan Kepala Sekolah yang melakukan kecurangan terstruktur”, kenapa bukannya bagaimana mengatasi ketidakjujuran siswa? kenapa bukan bagaimana menanamkan sifat ksatria dan penuh tanggungjawab kepada anak?

Itulah Indonesia kita tercinta. Semua dimabukkan oleh kepentingan sesaat. Semua disibukkan dengan urusan yang ingin serba instan. Padahal kalau kita cermati, untuk bisa lulus dari satuan pendidikan HARUS lulus dalam tiga komponen., dan masing-masing memiliki bobot yang sama. Yaitu kelulusan ujian nasional, kelulusan ujian sekolah, dan kelulusan dari satuan pendidikan. Masalah muncul karena kelulusan ujian sekolah dan kelulusan dari satuan pendidikan semua dikatrol habis-habisan. Semua sudah tidak jujur dalam hal ini. Pendidik tidak jujur, siswa tidak jujur, kepala sekolah juga tidak jujur.

Tidak lulus ujian nasional adalah hal yang lumrah. Lihat saja bagaimana ksatrianya bapak-bapak kita jaman dulu yang ketika tidak lulus ujian juga tidak shock, tidak stress. Karena memang lumrah, dalam sebuah evaluasi pasti ada yang gagal. Kalau semua lulus, justru itu menjadi tanda tanya besar. Ini terkait dengan sifat siswa dan anak-anak kita yang selalu saja dimanja habis-habisan. Tidak pernah diberikan latihan bertanggungjawab untuk memikul suatu masalah. Akhirnya kalau gagal, jadi stress, shock berat, bahkan ada yang bunuh diri. Mestinya orang tua juga harus instrospeksi diri, apakah sudah benar cara mengontrol anak. Pendidik juga harus mawas diri, apakah sudah sepebuh hati dalam mendidik siswa. Pengelola sekolah juga harus koreksi diri, apakah sudah jujur dalam melakukan manajemen sekolah. Pemerintah harus juga berkaca, sudah meratakah fasilitas pendidikan di negeri ini?

Kenyataan yang sunggu aneh, adalah pemberian bantuan/insentif bagi sekolah yang kelulusannnya tinggi, namun memberikan sanksi bagi sekolah dengan kelulusan rendah. Mestinya, pola pikir itu dibalik, yang kelulusannnya rendah diberikan bantuan. Dengan demikian, setiap sekolah akan jujur untuk memotret kualitas masing-masing. Tapi ini tidak mudah, karena semua pejabat butuh citra. Guru butuh citra. Kepala sekolah butuh citra. Orang tua butuh citra. Namun citra saja tidaklah cukup, melainkan tujuan akhirlah yang paling penting.

Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca kriteria kelulusan sebagai berikut:

A. Kelulusan Ujian Nasional (UN)

    Siswa dinyatakan lulus UN jika memenuhi standar kelulusan Un sebagai berikut :

  1. Memiliki nilai rata-rata minimum 5,00 untuk semua mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai dibawah 4,25.
  2. Memiliki nilai minimum 4,00 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing 6,00.

B. Kelulusan Ujian Sekolah

  1. Kepribadian sekurang-kurangnya mendapat nilai baik
  2. Lulus Ujian Praktik untuk semua mata ujian praktek
  3. Memiliki nilai rata-rata minimum 6,00.
  4. Memiliki nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Sekolah, berdasarkan kriteria ketuntasan minimal.

C. Kelulusan dari Satuan Pendidikan

    Pengumuman kelulusan siswa dari satuan pendidikan dilakukan oleh sekolah madrasah penyelenggara setelam menerima DKHUN. hasil ujian sekolah madrasah, serta hasil penilaian lainnya bagaimana tertera pada pasal 72 PP 19/2005, selengkapnya sebagai berikut :
  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok meta pelajaran agama dan ahlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
  3. lulus ujian sekolah madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknoplogi dan
  4. lulus UN
    1. nilai rata-rata kelulusan (NK) dihitung dengan menggunakan formula berikut :NK = (A+B+C)/3

      Keterangan :
      NK = Nilai rata-rata kelulusan
      A = Rata-rata nilai raport semester I - VI
      B = Rata-rata nilai ujian sekolah
      C = Rata-rata nilai ujian sekolah

    2. Predikat kelulusan berdasarkan katagori sebagai berikut :
      NK lebih besar atau sama dengan 8,5 = sangat baik
      NK lebih besar atau sama dengan 7,5 dan kurang dari 8,5 = baik
      NK kurang dari 7,5 = cukup
  5. Keempat kreteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan di atas harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila salah satu kriteria tidak terpenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari satuan pendidikan. Satuas pendidikan yang akan memberi predikat bagi peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan, sambil menunggu standar penilaian pendidikan ditetapkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Umum, Uncategorized , , , ,

Soal Prediksi Ujian Nasional (UN) 2009

March 6th, 2009

Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.

JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.

Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.

Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No.  82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.

Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.

KeUNNESan, Umum , , , , , ,

Peta Lokasi Tes Tulis SPMU 2009

February 24th, 2009

Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (SPMU) tahun 2009 sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan dengan SPMU tahun sebelumnya. SPMU 2009 dilaksanakan dengan membuka dua jalur seleksi yaitu seleksi jenjang diploma (D3) dan Sarjana (S1), dan seleksi SPMU berbeasiswa (SPMU-B) yang seleksinya dilaksanakan secara bersamaan. Setelah melalui masa pendaftaran dan verifikasi secara online mulai tanggal 13 Januari 2009 sampai dengan 13 Februari 2009, jumlah total peserta tes SPMU 2009 sebanyak 19.252 orang atau naik secara signifikan sebesar 44,06% dari peserta tahun sebelumnya 13.364 orang. Sebagaimana tahun sebelumnya pada SPMU tahun ini didominasi oleh pendaftar berjenis kelamin wanita sebanyak 11.658 orang (60,55%) dan 7.594 orang (39,45%) laki-laki.

Tingginya animo masyarakat dalam SPMU 2009 ini mengakibatkan tidak semua peserta tes tulis yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2009 melangsungkan tes di Kampus Utama Sekaran. Lokasi tes tulis tersebar dalam 19 lokasi yang meliputi 6 area fakultas di Kampus Utama Sekaran (Gedung A s.d F), Kampus Unisbank Jl. Tri Lomba Juang, Kampus Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Pawiyatan Luhur, Semua gedung di Kampus Undip Tembalang, Fakultas Sastra Undip di Pleburan, seluruh gedung di Politeknik Negeri Semarang (Polines) Tembalang, Kampus Untag di jl. Pemuda, Kampus I USM di Jl. Atmodirono, Kampus USM III di Jl. Soekarno-Hatta, Kampus IAIN Walisongo Semarang, STIE Dharma Putra Jl. Pamularsih, SMA Ksatrian 1 Jl. Pamularsih, dan SMA -SMP Institut Indonesia (SMA/SMP II) Jl. Maluku Semarang.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada saat hari pelaksanaan biasanya akan terjadi kemacetan di beberapa titik rawan yang merupakan pertemuan beberapa jalur angkutan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai terjadinya kemacetan adalah Pasar Sampangan dan jalan Menoreh Raya, Jembatan Besi Sampangan, Sumur Jurang Ungaran-Gunungpati, dan beberapa titik di jalan sekitar Kampus Sekaran Gunungpati Semarang. Untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan, maka panitia SPMU 2009 sudah bekerjasama dengan pihak yang terkait baik dari Kepolisian, Resimen Mahasiswa, dan Pramuka untuk dapat ikut membantu kelancaran jalannya SPMU 2009 dengan menempatkan beberapa personil mereka di titik-titik yang berpotensi mengalami kerawanan.

Untuk mempermudah akses masuk ke lokasi tes tulis, maka disarankan bagi peserta SPMU untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. (1) Bagi peserta yang datang dari luar kota Semarang dan sekitarnya, seyogyanya untuk datang ke Semarang dan melihat dan memastikan lokasi tes tulis sehari sebelum tes dilangsungkan. Dengan demikian pada hari pelaksanaan, peserta tidak lagi harus mencari-cari lokasi tes tulisnya. (2) Panitia telah membuat peta lokasi SPMU 2009 beserta arah dan rute yang bisa diunduh di http://spmu.unnes.ac.id/fileku/peta_spmu_2009.pdf. Dengan bantuan peta dan rute lokasi SPMU tersebut, diharapkan membantu peserta untuk menemukan lokasi tes secara lebih cepat baik yang datang secara kolektif maupun perseorangan. (3) Pastikan semua peralatan dan perlengkapan tes tulis telah tersedia. Lembar jawaban tes menggunakan format Lembar Jawab Komputer (LJK). Panitia tidak menyediakan pensil, karet penghapus, dan alas untuk mengerjakan tes tulis. (4) Seluruh peserta diharapkan untuk dapat makan pagi (sarapan) sebelum tes dilangsungkan, mengingat tes tulis akan dilaksanakan secara maraton mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. (5) Peserta hendaknya tidak mempercayai oknum atau pihak tertentu yang mengatasnamakan panitia SPMU 2009 yang menjanjikan dapat menjamin kelulusan seleksi SPMU 2009 dengan imbalan sejumlah uang yang diserahkan baik sebelum atau sesudah pengumuman hasil SPMU. Jika ada oknum yang melakukan hal tersebut maka dapat dipastikan itu merupakan bentuk penipuan bagi peserta SPMU. Panitia akan melakukan seleksi secara otomatis dengan bantuan komputer berdasarkan hasil tes tulis, tes keterampilan, tes wawancara, dan atau data lain yang diperlukan. Tidak ada campur tangan panitia secara langsung dalam memilih calon peserta yang diterima melalui SPMU 2009.

Bagi peserta yang memiliki masalah atau ada hal-hal yang perlu ditanyakan, maka sebaiknya melakukan kontak secara langsung ke Panitia SPMU 2009. Anda dapat menghubungi Sekretariat Panitia SPMU 2009 di Bagian Pendidikan dan Evaluasi BAAK Unnes, Gedung H Lantai I, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, telp. / fax. (024) 8508084, e-mail: spmu@unnes.ac.id , untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah yang Anda hadapi. Selamat berjuang dan berkompetisi secara sehat dalam SPMU 2009. Kami tunggu kedatangan Anda di Kampus Hijau Universitas Negeri Semarang. Semoga Sukses.

KeUNNESan, Umum , , , , , , ,

Demokrasi ala Indonesia Cetak Manusia Biadab

February 3rd, 2009

Selasa, 3 Februari 2009, barangkali menjadi salah satu hari yang kelam di bumi Indonesia. Seorang petinggi negeri dan Ketua DPRD Sumatra Utara tewas setelah terjadi amuk massa yang menuntut persetujuan DPRD SUmut tentang pembentukan Provinsi Tapanuli Utara (Protap). Barangkali sudah menjadi takdir, jika Ketua DPRD Sumut yang baru dua bulan menjabat tersebut, Drs. Abdul Aziz Angkat, MSP, menjadi tumbal demokrasi ala Indonesia.

Jika ditilik dari rentetan peristiwanya, sungguh apa yang dilakukan pengunjuk rasa yang sebagian besar mengenakan jas almamater Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (Unita) [lihat di http://harianmandiri.wordpress.com/2009/02/03/massa-protap-%E2%80%98ngamuk%E2%80%99-ketua-dprd-sumut-tewas/] tidak lebih baik dari para preman pasar yang disewa untuk membuat onar. SUngguh di luar akal sehat, jika mereka melakukan tindakan perusakan terhadap aset negara, melakukan pelemparan batu, pecahan kaca, dan semua barang-barang yang ada di gedung Dewan. Barangkali aksi demonstrasi bagi sebuah negara yang berlabel demokrasi adalah sesuatu yang wajar. Namun jika demonstrasi yang anarkis, merusak, menghilangkan hak-hak orang lain, apakah tetap dilindungi?

Ya, demokrasi ala Indonesia. Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan tanpa batas. Kebebesan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jika kita runut perjalanan demokrasi Indonesia setelah masa reformasi 1998, rasanya bukan suatu kemajuan yang didapat, bukan pula efektifitas dan efisiensi yang diperoleh. Namun justru kemunduran pola pikir, kemunduran daya nalar, rusaknya tata etika, penghamburan banyak potensi negeri baik (baca : uang), dan hilangnya tatanan kejujuran bagi rakyat. Cobalah kita lihat sebentar, seberapa sering Indonesia melaksanakan pesta pemilihan bupati, wali kota, gubernur di Indonesia. Hampir dalam 5 hari terdapat satu pemilihan langsung. Benar-benar gila!!!, itulah demokrasi ala Indonesia. Belum lagi jika kita lihat berapa uang yang harus dikeluarkan untuk prosesi pemilihan kepala daerah itu. Sebagai contoh, pemilihan gubernur Jawa Timur yang lalu setidaknya menghamburkan uang rakyat 820 Milyar rupiah.  Pemilihan Bupati SUbang Jawa Barat habis sekitar 23 Milyar. Anggaran Pemilu 2009 sebesar 6,6 Triliyun rupiah. Jika kita kalkulasi secara kasar,

Jumlah uang yang dihamburkan=6,6 T + 33 propinsi x 850 M + 483 Kab. Kota x 23 M = sekitar 45,10 Triliyun rupiah uang rakyat dihambur-hamburkan.

Masyaallah. SUngguh luarbiasa!!!, belum lagi dengan uang-uang HARAM (sogokan) yang dibagi-bagikan calon kepada rakyat untuk memilih mereka. Jika setiap pemilih diberi sogokan 10ribu rupiah, maka jika jumlah pemilih di Indonesia (pemilu 2009) 171.068.667 orang, maka akan terkumpul dana yang dihamburkan sebanyak 1,7 Triliun setiap kali pilihan. Jika di Indonesia ada minimal 3 kali event pemilu (Kab./Kota, Propinsi, Nasional), maka setidaknya 5,1 Triliun dana harus mengalir. Jadi hitung-hitungan secara kasar memperlihatkan bahwa total biayayang harus dikeluarkan untuk pemilu saja sekitar 51 Triliun. Jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan kita (yang katanya sudah 20%) sebesar 224T, maka rasionya sekitar 24%, sebuah nilai yang cukup fantastis. Bagaimana kalau dana itu dibagikan kepada perguruan tinggi untuk research, untuk pembaruan alat-alat praktikum yang sudah renta?, tentu kondisinya akan lain.

Jika ditilik dari segi moral, rakyat sekarang sudah tidak malu-malu lagi mengakui bahwa sogokan itu tidak haram. Padahal haqqul yakin, jika suap menyuap dalam Islam adalah jelas, yaitu HARAM. Rakyat sudah pandai untuk berbuat curang, rakyat sudah lihai untuk berbuat culas. Rakyat sudah tidak memiliki rasa malu untuk memukul, menginjak, dan menendang. Rakyat sudah tidak lagi memperdulikan hakikat hidup dan kehidupan. Semua serba ingin dicapai secara instan, dengan mengorbankan sesama teman, kerabat, bahkan orang yang paling dikasihi. Berapa banyak rakyat harus saling bentrok dan saling serang, hanya karena calonnya kalah. Berapa banyak orang yang rela memutuskan tali persahabatan, hanya karena calon yang diusung beda. Sungguh biadab demokrasi ala Indonesia.

Barangkali, jika saya bisa bersuara lebih keras, maka akan saya katakan bahwa pemilu secara langsung untuk memilih bupati, gubernur, itu tidak perlu! Karena esensi demokrasi untuk kesejahteraan rakyat diabaikan. Esensi demokrasi ini untuk membuat rakyat sehat secara mental tidaklah dapat dipercaya.  Jadi agar manusia-manusia biadab Indonesia tidak tumbuh subur, stop dan hentikan “demokrasi ala Indonesia” ini sebelum rakyat bisa berfikir jernih dan bersikap normal.

Umum , , , , , , , , ,

Narasi Pancasila dalam Bahasa Arab

February 3rd, 2009

Seperti cerita saya pada postingan lalu, tidak tahu kenapa tiba-tiba saja saya terusik untuk mencoba mengingat kembali narasi Pancasila dalam Bahasa Arab. Saya pernah disuruh menghafalkan narasi ini saat sekolah di MTsN Susukan Kab. Semarang sekitar 13an tahun yang lalu. Karena memang saya dahulu agak ‘nggenah’ dalam hal mata pelajaran Bahasa Arab, maka saya tidak kesulitan menghafalnya. Bila dibanding dengan teman-teman dulu saat sekolah di MTsN, saya cukup unggul dalam mata pelajaran ini karena memang sudah terbiasa hidup di pesantren ndeso sejak kecil, hehehe….nggaya. Bahkan ini bukannya sombong, dulu pernah ujian akhir madrasah untuk mata pelajaran Bahasa Arab mendapat nilai 94 (kalau ga salah), dan 99 untuk Aqidah Akhlak.

Saat-saat sekolah di MTsN itulah menurut saya, masa yang paling excellent dalam hal kemampuanku. Masa-masa studi setelah itu sudah tidak lagi sehebat dulu terutama dalam hal menghafal dan menulis. Apa lagi saat ini, untuk menghafal saja susahnya minta ampun (mungkin sudah banyak dosa kali ya….).

Kok jadi ngelantur, lha wong tadi mau nulis narasi Pancasila dalam Bahasa Arab kok malah cerito. Berikut ini narasi Pancasila dalam Bahasa Arab versi hafalan saya dulu. Jika salah mohon dimaafkan dan mohon dibetulkan.

Narasi Pancasila dalam bahasa arab

Narasi Pancasila dalam bahasa arab

Pengalaman, Umum , , ,

Untukmu Sahabatku

July 5th, 2008

Sebuah do’a telah terjawab, rahasia besar telah terkuak
Sebuah akad telah terucap, transaksi suci telah terikrar
waktunya telah tiba panjatkan doa kepada-Nya
teriring bahagia dariku, untukmu teman sejatiku

Laut ta’ selamanya ramah hidup ta’ selamanya nyaman
Layar telah dikembangkan, perahu siap berlayar
Mengarungi samudera kehidupan, dan bersiaplah hadapi ombak
Tegarkanlah hati saat cobaan menerpa
Bersyukurlah atas apa-apa yang telah Allah berikan
Mungkin akan ada kerikil, manakala kita berjalan
Jadi awas, waspada, dan berusaha
Karena Takdir akan diberikan sebagai bagian dari usaha

Kehidupan baru akan segera dimulai
Hidup itu berirama, ada kalanya kita menangis,
kadang kita tertawa bahagia
Bersabarlah atas apa-apa yang terasa berat
Kasihilah orang-orang di sekeliling dengan tulus
Ekspresikan perasaan kita, hingga orang akan mengerti
Apa yang kita harapkan dan inginkan

Barokalloohu laka wabaroka ‘alayka wajama’a baynakuma filkhairin
Mudah-mudahan kalian berdua diberkahi Allah,
dan jadi tim yang tangguh di jalan-Nya
Semoga semuanya bisa lebih menguatkan
Aamiin…aamiin yaa rabbal ‘aalamiin

Takdir itu memang sekarang sudah terjadi, Selamat!!
Juli 2008
(diambil dari http://alifaisyah.multiply.com, dan diedit seperlunya)

Selamat untuk sahabat, temanku, Uswatun Hasanah. Semoga pernikahanmu besok malam (7/7/08) dengan Muhammad Ali Muttaqin berjalan dengan sukses. Semoga keberkahan selalu terlimpah! Amin.

Pengalaman, Umum , ,

Waduh, Live Voting Indonesian Idol Ditutup dengan Ciuman

July 4th, 2008

Aneh-aneh saja kelakuan VJ Daniel. Baru kali ini ada penutupan live voting babak 5 besar indonesian idol yang ditayangkan oleh RCTI ditutup dengan minta ciuman. Eh.. ternyata yang diminta, Bunga Citra Lestari (BCL),  untuk mencium juga mau… dasar!!!!

Sudah separahkan dunia entertaint kita?, Apakah tidak disadari kalau yang menonton acara ini adalah semua kalangan. Saya yakin mereka lupa, bahwa budaya timur sangat tabu dengan hal-hal semacam itu. CIuman bukan dengan muhrim dianggap sebagai sebuah hal yang biasa. Walaupun Si Daniel bukan seorang muslim, namun kejadian itu semestinya tidak terjadi. BCL yang juga sama, apakah tidak sadar kalau kepribadiannya digadaikan dengan perbuatan semacam itu?

Ya, seharusnya ada pihak yang menegur panitia penyelenggara acara itu, dalam hal ini FremantleMedia (kalau tidak salah). Bagaimana tindaklanjut kejadian ini? kita tunggu saja…

Umum , , , ,