Archive

Archive for the ‘KeUNNESan’ Category

Unnes Peringkat ke-29 (INA) Webometrics Januari 2010

February 10th, 2010

Akhirnya pemeringkatan universitas kelas dunia versi Webometrics untuk periode Januari 2010 telah dibuka. Pemeringkatan yang agak terlambat 2 minggu dari jadwal akhir Januari 2010 ini tentu banyak ditunggu-tunggu oleh semua universitas, tak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sebagai pihak yang banyak bersinggungan dengan hal tersebut, saya juga dag-dig-dug dibuat menunggu. Setiap hari terus mencoba mengecek pemeringkatan periode ini dengan satu ketakutan, Unnes terlempar dari 6000 top.

Sore ini ketika membuka situs webometrics di www.webometrics.info, saya segera mencari pemeringkatan untuk Indonesia. Alhamdulillah setelah dilihat Unnes masuk peringkat ke-29 untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau peringkat 3724 untuk seluruh perguruan tinggi dunia. Sebelumnya Unnes menempati peringkat ke-5976 dunia pada bulan Juli 2009, dan harus puas bertengger pada posisi 4800 dunia pada pemeringkatan Januari 2009. Daftar selengkapnya untuk pemeringkatan Webometrics perguruan tinggi Indonesia yang masuk 6000 top dunia bisa dilihat pada halaman ini. Prestasi ini mungkin belumlah menyenangkan, karena rekan eks-IKIP seperti UM masuk peringkat 6 Indonesia, UPI peringkat 14, UNY peringkat 21, Unnes peringkat 29, sedangkan eks-IKIP yang lain seperti UNJ, UNESA, UNM, UNP, UNIMED belum kelihatan di jajaran 6000 top dunia.

Saya langsung melakukan kontak dengan Pak Rektor, Pak PR I, dan Pak Kepala UPT PTIK untuk menginformasikan hasil pemeringkatan ini. Hasil diskusi singkatnya adalah, kita perlu melakukan pembenahan di sektor RichFiles, dan Scholar. Karena pada pemeringkatan ini dari segi Size Unnes peringkat 3285 (21 Indonesia), Visibility peringkat ke 4727 (34), Rich Files 6448 (38), dan Scholar peringkat 2139 (18). Rangking ini tentunya mengalami kenaikan, walupun tidak signifikan. Seperti dalam tulisan saya yang lalu,  dalam pemeringkatan Webometrics yang dirilis Juli 2009, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya pada Januari 2009 peringkat ke-1945) pada unsur size, 7142 (Januari 2009 peringkat ke-4174) pada visibility, 6579 (Januari 2009 peringkat ke-8789) pada rich files, dan 8399 (Januari 2009 peringkat ke-9238) pada scholar.

Semoga hasil ini bisa membawa dampak yang baik bagi seluruh sivitas akademika Unnes. Viva Unnes Sutera!!

KeUNNESan, Pengalaman, Umum , , , , , , , ,

Webometrics Juli 2009

July 31st, 2009

Akhirnya pemeringkatan Webometrics untuk edisi Juli 2009 hari ini (30/07) keluar sudah.  Sebanyak 39 perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam jajaran Top 6000 Universities, tak terkecuali Unnes. Namun yang patut disayangkan peringkat Unnes (unnes.ac.id) harus anjlok ke posisi 38 dari sebelumnya pada bulan Januari 2009 di posisi 33 untuk perguruan tinggi di Indonesia.

Metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab, sebuah group lembaga riset dari the Centro de Información y Documentación (CINDOC), tetap sama sebagaimana yang dipakai pada pemeringkatan sebelumnya. Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis Juli 2009 tersebut, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya 1945) pada unsur size, 7142 (4174) pada visibility, 6579 (8789) pada rich files, dan 8399 (9238) pada scholar. Pada semua unsur Unnes mengalami kemunduran yang luar biasa  kecuali untuk capaian rich files yang meningkat pemeringkatannya. Dengan penurunan rangking ini, Unnes yang sebelumnya masuk dalam peringkat 4800 dunia, saat ini harus puas bertengger pada posisi 5976.

Melihat hasil ini, tampaknya semua pihak harus segera proaktif berbuat sesuatu. Apa yang telah dikerjakan sebelumnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi tampaknya belum berhasil. Masih diperlukan kerja keras dan kerjasama antar unit terkait di Unnes. Unit di Unnes adalah bagian integral dari sebuah lembaga besar Unnes. untuk itu perlu dilakukan penyamaan persepsi baik dalam bidang akademik (atau lebih familiar disebut bidang I), bidang administrasi dan keuangan (II), kemahasiswaan dan alumni (III), dan lebih lagi bidang kerjasama (IV). Antar bidang tersebut mestinya tidak saling menunggu, tetapi harus saling rangkul untuk berusaha memulai lebih dahulu, tentu dengan proporsi, wewenang, dan tugas yang sesuai. Tidak ada baiknya jika semua saling tuding kesalahan, saling klaim keberhasilan. Karena memang kesalahan dan keberhasilan yang telah dilakukan dan dicapai adalah kesalahan dan keberhasilan lembaga.

Mudah-mudahan Unnes segara mengambil hikmah dibalik ‘anjlok’nya peringkat Unnes dalam webometrics periode Juli 2009 ini, dan segera meningkatkan kinerja yang lebih baik. Semoga!!

KeUNNESan, Pengalaman , , , ,

Unnes Masuk World Class University versi Webometrics

March 21st, 2009
Semarang, unnes.ac.id. Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dilakukan oleh lembaga Webometrics yang berkantor pusat di Madrid, Spanyol ini menetapkan untuk pertama kalinya situs Universitas Negeri Semarang (unnes.ac.id) masuk dalam 5000 besar dunia pada rangking 4800. Pada rilis terbaru Webometrics Senin 26 Januari 2009 pukul 17.30 waktu Spanyol atau pukul 23.30 WIB, website Unnes mengalami lonjakan peringkat yang cukup signifikan dalam rangking dunia. Pada edisi Januari 2008 Unnes sama sekali belum masuk penilaian dari Webometrics, sedangkan pada edisi Juli 2008 Unnes masih berada di peringkat 7.040, dan pada pada edisi terbaru Januari 2009 ini, Unnes menempati peringkat 4.800 dunia. Dari situsnya di www.webometrics.info, Webometrics mengklaim telah mendata lebih dari 16 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia untuk dinilai. Webometrics telah menyelenggarakan penilaian dan penyusunan peringkat website perguruan tinggi sejak tahun 2004.Rilis Januari 2009 ini untuk pertama kalinya, dari 132 perguruan tinggi Indonesia menempatkan 33 perguruan tinggi masuk dalam jajaran 5000 terbaik dunia. Untuk peringkat di Asia Tenggara Unnes menempati peringkat 142 dari 724 perguruan tinggi yang dinilai. Sedangkan untuk peringkat nasional, website Unnes menempati peringkat 33 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang terdata oleh Webometrics. Hanya ada tiga perguruan tinggi eks IKIP yang mampu menembus 5000 besar dunia yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada peringkat 3310, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada peringkat 3347, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada peringkat 4800.

Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files ? yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis tersebut, Unnes menempati posisi 1945 pada unsur size, 4174 pada visibility, 8789 pada rich files, dan 9238 pada scholar. Pada unsur size Unnes menempati rangking yang cukup baik yaitu posisi ke 12 di Indonesia di bawah UPI, UNS, dan Undip. Pada sisi visibility, Rich Files, dan Scholar Unnes masih harus berjuang lebih keras untuk dapat meningkatkan posisinya, sehingga pada pemeringkatan Juli 2009, Unnes minimal bisa masuk dalam jajaran 4000 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Menyikapi hasil rilis webometrics tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof. Dr. Supriadi Rustad, segera melakukan serangkaian koordinasi dengan tim pengembang teknologi informasi Unnes. Beberapa catatan yang perlu segera dilakukan telah dibuat untuk segera ditindaklanjuti oleh tim. Dengan bekerja secara solid, terarah, terukur, dan terencana, maka tidak mustahil pada pemeringkatan Juli 2009 yang akan datang Unnes akan melejit menjadi perguruan tinggi terbaik di tingkat dunia sebagaimana diamanahkan dalam visi Unnes yaitu menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera. Semoga!.

KeUNNESan , , , , ,

Soal Prediksi Ujian Nasional (UN) 2009

March 6th, 2009

Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.

JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.

Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.

Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No.  82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.

Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.

KeUNNESan, Umum , , , , , ,

Peta Lokasi Tes Tulis SPMU 2009

February 24th, 2009

Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (SPMU) tahun 2009 sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan dengan SPMU tahun sebelumnya. SPMU 2009 dilaksanakan dengan membuka dua jalur seleksi yaitu seleksi jenjang diploma (D3) dan Sarjana (S1), dan seleksi SPMU berbeasiswa (SPMU-B) yang seleksinya dilaksanakan secara bersamaan. Setelah melalui masa pendaftaran dan verifikasi secara online mulai tanggal 13 Januari 2009 sampai dengan 13 Februari 2009, jumlah total peserta tes SPMU 2009 sebanyak 19.252 orang atau naik secara signifikan sebesar 44,06% dari peserta tahun sebelumnya 13.364 orang. Sebagaimana tahun sebelumnya pada SPMU tahun ini didominasi oleh pendaftar berjenis kelamin wanita sebanyak 11.658 orang (60,55%) dan 7.594 orang (39,45%) laki-laki.

Tingginya animo masyarakat dalam SPMU 2009 ini mengakibatkan tidak semua peserta tes tulis yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2009 melangsungkan tes di Kampus Utama Sekaran. Lokasi tes tulis tersebar dalam 19 lokasi yang meliputi 6 area fakultas di Kampus Utama Sekaran (Gedung A s.d F), Kampus Unisbank Jl. Tri Lomba Juang, Kampus Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Pawiyatan Luhur, Semua gedung di Kampus Undip Tembalang, Fakultas Sastra Undip di Pleburan, seluruh gedung di Politeknik Negeri Semarang (Polines) Tembalang, Kampus Untag di jl. Pemuda, Kampus I USM di Jl. Atmodirono, Kampus USM III di Jl. Soekarno-Hatta, Kampus IAIN Walisongo Semarang, STIE Dharma Putra Jl. Pamularsih, SMA Ksatrian 1 Jl. Pamularsih, dan SMA -SMP Institut Indonesia (SMA/SMP II) Jl. Maluku Semarang.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada saat hari pelaksanaan biasanya akan terjadi kemacetan di beberapa titik rawan yang merupakan pertemuan beberapa jalur angkutan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai terjadinya kemacetan adalah Pasar Sampangan dan jalan Menoreh Raya, Jembatan Besi Sampangan, Sumur Jurang Ungaran-Gunungpati, dan beberapa titik di jalan sekitar Kampus Sekaran Gunungpati Semarang. Untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan, maka panitia SPMU 2009 sudah bekerjasama dengan pihak yang terkait baik dari Kepolisian, Resimen Mahasiswa, dan Pramuka untuk dapat ikut membantu kelancaran jalannya SPMU 2009 dengan menempatkan beberapa personil mereka di titik-titik yang berpotensi mengalami kerawanan.

Untuk mempermudah akses masuk ke lokasi tes tulis, maka disarankan bagi peserta SPMU untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. (1) Bagi peserta yang datang dari luar kota Semarang dan sekitarnya, seyogyanya untuk datang ke Semarang dan melihat dan memastikan lokasi tes tulis sehari sebelum tes dilangsungkan. Dengan demikian pada hari pelaksanaan, peserta tidak lagi harus mencari-cari lokasi tes tulisnya. (2) Panitia telah membuat peta lokasi SPMU 2009 beserta arah dan rute yang bisa diunduh di http://spmu.unnes.ac.id/fileku/peta_spmu_2009.pdf. Dengan bantuan peta dan rute lokasi SPMU tersebut, diharapkan membantu peserta untuk menemukan lokasi tes secara lebih cepat baik yang datang secara kolektif maupun perseorangan. (3) Pastikan semua peralatan dan perlengkapan tes tulis telah tersedia. Lembar jawaban tes menggunakan format Lembar Jawab Komputer (LJK). Panitia tidak menyediakan pensil, karet penghapus, dan alas untuk mengerjakan tes tulis. (4) Seluruh peserta diharapkan untuk dapat makan pagi (sarapan) sebelum tes dilangsungkan, mengingat tes tulis akan dilaksanakan secara maraton mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. (5) Peserta hendaknya tidak mempercayai oknum atau pihak tertentu yang mengatasnamakan panitia SPMU 2009 yang menjanjikan dapat menjamin kelulusan seleksi SPMU 2009 dengan imbalan sejumlah uang yang diserahkan baik sebelum atau sesudah pengumuman hasil SPMU. Jika ada oknum yang melakukan hal tersebut maka dapat dipastikan itu merupakan bentuk penipuan bagi peserta SPMU. Panitia akan melakukan seleksi secara otomatis dengan bantuan komputer berdasarkan hasil tes tulis, tes keterampilan, tes wawancara, dan atau data lain yang diperlukan. Tidak ada campur tangan panitia secara langsung dalam memilih calon peserta yang diterima melalui SPMU 2009.

Bagi peserta yang memiliki masalah atau ada hal-hal yang perlu ditanyakan, maka sebaiknya melakukan kontak secara langsung ke Panitia SPMU 2009. Anda dapat menghubungi Sekretariat Panitia SPMU 2009 di Bagian Pendidikan dan Evaluasi BAAK Unnes, Gedung H Lantai I, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, telp. / fax. (024) 8508084, e-mail: spmu@unnes.ac.id , untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah yang Anda hadapi. Selamat berjuang dan berkompetisi secara sehat dalam SPMU 2009. Kami tunggu kedatangan Anda di Kampus Hijau Universitas Negeri Semarang. Semoga Sukses.

KeUNNESan, Umum , , , , , , ,

Luar Biasa Pendaftar SPMU 2009 Unnes

February 10th, 2009

Hari ini tidak banyak aktivitas yang aku lakukan selain mondar-mandir dengan penuh kegelisahan. Rasanya sedikit jalan keluar dari Kampus saja sudah banyak pikiran yang membayangi, apalagi kalau bukan persoalan pendaftaran SPMU. Seperti diketahui, bahwa pendafatran SPMU 2009 sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara online mulai tanggal 13 Januari s.d 13 Februari 2009. Prosedur pendaftaran, mekanisme verifikasi, dan coding program aplikasi bukanlah menjadi persoalan saat ini. Justru persoalan muncul ketika peserta yang mendaftar lebih banyak dari perkiraan awal sekitar 13 ribu. Nah sampai pada hari selasa, 10 Februari 2009 pukul 17:49 WIB tercatat yang melalukan pengisian formulir secara online sebanyak 35.036 pendaftar, sedangkan yang sudah melakukan verifikasi atau daftar ulang sebanyak 14.344 orang.

Jika menilik data tahun-tahun lalu, maka prediksi jumlah peserta SPMU tahun 2009 akan nggegirisi. Tahun 2007, tahun awal pelaksanaan SPMU, pendaftar Unnes yang tercatat mengisi formulir adalah 20.033 orang dengan rincian 19.346 orang mendaftar program sarjana dan 687 program diploma. Dari pendaftar yang telah mengisi formulir tersebut terdapat 15.290 orang (76,32% dari data unik).  Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut ini

Prediksi Peserta Tes SPMU 2009
Prediksi Peserta Tes SPMU 2009

Maka wajar jika semua khawatir, karena jika dilihat diprediksi peserta SPMU 2009 berarti Unnes harus menyediakan ruang minimal 18.000 tempat duduk. Ini bukan angka yang kecil untuk ukuran kota Semarang, mengingat untuk SPMU 2009 ini seluruh ruang di perguruan tinggi di Semarang sudah dipakai. Ruang perguruan tinggi yang sudah dipakai berikut kapasitasnya adalah: Unnes Kampus Sekaran (7220 orang), Unisbank Jl. Tri LOmba Juang (1060 orang), Untag Jl. Pawiyatan Luhur (1640 orang), Kampus Undip Tembalang (3000 orang), IAIN Walisongo Semarang (1040 orang), Untag Jl. Pemuda (580 orang), dan Fakultas Sastra Undip Pleburan (540 orang). Total kapasitas ruang yang sudah tersedia sampai hari ini adalah 15.080 orang. Jika pendaftaran masih tiga hari dan sehari bisa melayani 1000 mahasiswa saja, maka akan ada 17 ribu lebih peserta SPMU. Jadi Unnes harus menyediakan kekurangan ruang sekitar 2000 tempat duduk.

Wah pusing ah…. Semoga sukses saja..

KeUNNESan, Pengalaman , , , , ,

Seminar Sosialisasi OpenSource KPOS Fisika Unnes

April 26th, 2008

gambar seminar kposHari ini (26/04) saya diminta teman-teman Komunitas Pecinta Opensource (KPOS) Fisika Unnes untuk menjadi pembicara dalam “seminar sosialisasi penggunaan software opensource dan aplikasinya untuk pengembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan”. Saya berkesempatan bicara mengenai “Linux OpenSuSE, installing dan Konfigurasinya” setelah giliran Pak Wahyu Hardyanto yang mengupas mengenai Sejarah OpenSource dan peranannnya dalam dunia pendidikan.

Peserta seminar kali ini cukup sedikit karena memang panitia hanya membatasi sebanyak 25 orang peserta. Hal ini dilakukan agar pesan seminar lebih mengena bila dibanding apabila jumlah peserta yang banyak. Kebanyakan peserta adalah guru SMP yang ada di kota Semarang serta rekan-rekan mahasiswa dari Unnes sendiri.

Karena saya harus bicara mengenai Linux OpenSuSE 10.3, maka pertama saya menyampaikan tentang spesifikasi minimal hardware agar bisa menginstall OpenSuSE 10.3. Spesifikasi minimum untuk bisa menginstall linux OpenSuSE 10.3 adalah (http://en.opensuse.org/Sysreqs) :

  • Processor: Intel: Pentium 1-4 or Xeon; AMD: Duron, Athlon, Athlon XP, Athlon MP, Athlon 64, Sempron or Opteron
  • Main memory: At least 256 MB; 512 MB recommended
  • Hard disk: At least 500 MB for minimal system; 2.5 GB recommended for standard system
  • Sound and graphics cards: Supports most modern sound and graphics cards

Setelah itu dilanjutkan dengan konfigurasi hardware, cara menambah software, dan aplikasi-aplikasi penting. Banyak peserta yang masih belum percaya dengan kehebatan OpenSuSE 10.3, karena kebiasaan mereka dengan OS Windows. Namun demikian setelah diskusi, dan saya perlihatkan betapa indah dan lengkapnya OpenSuSE, peserta rata-rata termotivasi untuk mencobanya.

Satu yang saya tekankan di sini adalah agar dunia pendidikan mulai berbenah dengan menggunakan software yang legal. SOftware legal tidak harus dengan free OpenSource, namun bisa juga membeli lisensi bila memang itu berbayar. Jika memang ada kesulitan dana, ada alternatif lain yang paling mungkin yaitu dengan menggunakan operating system yang gratis dan bagus seperti OpenSuSE. Dalam seminar ini juga saya tekankan, bahwa untuk beralih ke software legal, maka harus dimulai dari hati. Jika dalam hati yang paling dalam mengatakan bahwa menggunakan software ilegal adalah sesuatu yang biasa (karena teman-teman juga demikian, barangkali) dan memberikan ketidakmanfaatan maka perlu dipertanyakan lagi. Jika hati mengatakan itu tidak sah (haram), maka saya sarankan untuk segera bertaubat dan beralih menggunakan software yang legal.

Sekarang saatnyalah kita berubah. Stop penggunaan software ilegal, gunakan software legal yang handal, murah, dan mudah!

Ilmiah, KeUNNESan, Linux, Pengalaman , , , , , , ,

Tanggapan Redaksi Express

April 26th, 2008

yth Bapak Sugiyanto,
kami telah membaca tanggapan bapak atas pemberitaan kami
pada bulletin express vol 6 no 5 tersebut. kami menyadari
kekurang cermatan redaksi dalam menganalisis masalah dan
dalam menggali informasi. maka kami atas nama redaksi
meminta maaf.
semoga hal ini menjadi koreksi bagi kami agar redaksi
express mampu menjadi lebih baik dan profesional.
terimakasih atas tanggapan bapak.

salam,

Redaksi Express

KeUNNESan ,

Klarifikasi Admin Sikadu atas Pemberitaan Express Vol. 6 No. 5, 24 April 2008

April 24th, 2008

Berikut ini adalah klarifikasi admin SIkadu terhadap pemberitaan Express Vol. 6 No. 5, 24 April 2008 tentang Semrawutnya Pemasukan Nilai SP. Klarifikasi ini telah dikirimkan ke email redaksi Express: buletinexpress@plasa.com pada Kamis, 24 April 2008 pukul 4:24:52 PM.

To: buletinexpres@plasa.com
Cc: kang sugy <sxxx@unnes.ac.id>; Wahyu Hardyanto <harxxx@unnes.ac.id>; Supriadi Rustad <rustadxxx@yahoo.com>
Sent: Thursday, April 24, 2008 4:24:52 PM
Subject: Tanggapan Pemberitaan di Express edisi 24 April 2008

Yth. Redaksi Express
BP2M Unnes

Menanggapi pemberitaan yang ada di express edisi 24 April 2008, kami atas nama administrator SIkadu, menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi:
1. Pada kalimat pertama halaman 1 di berita utama: “Jalur pemasukan nilai semester pendek (SP) mahasiswa terbengkalai sejak diberlakukan sistem online”.
Tahukan Anda dengan proses pengadministrasian nilai SP yang telah dilakukan oleh prodi se Unnes? Nilai SP belum pernah sekalipun dimasukkan ke Sikadu. Semua nilai SP dikelola oleh jurusan/prodi. Jika saat ini dengan Sikadu prodi dan jurusan diberikan kesempatan untuk memasukkan nilai SP mahasiswanya apakah ini menghambat pemasukan nilai? apakah nilai mahasiswa menjadi terbengkalai? Coba redaksi cermat  dalam melakukan analisis berita serta lebih giat mencari informasi yang benar.
2. Pada kalimat ke-3 paragaraf pertama, dituliskan bahwa “puskom memberi waktu dua hari untuk validasi nilai SP pada (8-9/4)”. Menanggapi hal ini coba lihat, baca, dan cermati surat Rektor Unnes No. 1035/H37/PP/2008 tanggal 19 Februari 2008 tentang pemrosesan transkrip (baca pula surat rektor Unnes nomor 1248/H37/PP/2008 tanggal 28 Februari 2008). Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa nilai semester pendek yang pernah diselenggarakan oleh Jurusan/Prodi harus dimasukkan ke SIkadu. Setelah nilai dicetak dan divalidasi oleh ketua jurusan dan pembantu dekan 1, maka berkas cetakan tersebut diserahkan ke Puskom untuk dilakukan verifikasi. Nah Jadi tidak benar jika hanya disediakan dua hari. (mohon jika menulis itu sertakan sumbernya agar tidak salah kutip). SBVT tidak hanya bergantung pada nilai SP. Jika nilai SP diadministrasikan dengan baik, maka jurusan atau prodi tidak kesulitan dalam menginput nilai SP tersebut.
3. Langkah ‘pemaksaan’ pemasukan nilai SP pada tahap ini dilakukan karena universitas sudah mencoba tiga kali meminta jurusan dan prodi memasukkan nilai SP. Namun format data dalam bentuk spreadsheet yang harus diisi oleh prodi juga tidak bisa dilakukan. Ada sebagian yang memasukkan namun terjadi banyak kesalahan NIM saat diverifikasi. Dengan demikian langkah pemasukan nilai SP langsung ke Sikadu merupakan langkah yang paling mudah.
4. Paragraf keempat. Kekacauan nilai SP tidak disebabkan oleh perubahan sistem manual ke komputer. Unnes sejak lama (tahun 80an) memakai sistem komputer untuk mengadministrasikan nilai. Kekacauan nilai SP diakui ataupun tidak karena kesemrawutan administrasi jurusan atau fakultas, tidak dipatuhinya aturan penyelenggaraan semester pendek, dan lemahnya pengawasan. Dahulu, nilai SP diinput ke transkrip setelah mahasiswa dinyatakan lulus oleh jurusan/prodi. Transkrip baru bisa dibawa pulang setelah menunggu 3 sampai empat bulan kemudian. Sekarang dengan setengah dipaksa, semua wisudawan sudah dapat membawa ijazah dan transkrip saat wisuda di fakultas.
5. Tanggapan editorial halaman 2. Apakah wisudawan benar-benar menjadi korban mekanisme penginputan nilai SP? Lihat item ke-4 di atas. Tidak benar jika kurikulum yang berbeda menyebabkan pengurusan nilai SP menjadi sulit. Mekanisme pengambilan MK SP tentu sudah melalui persetujuan dosen wali dan ketua jurusan. Jadi jika MK tersebut tidak cocok dengan MK yang seharusnya ada di kurikulum mahasiswa yang bersangkutan, masih ada jalan ekivalensi mata kuliah. Ekivalensi MK juga yang berwenang adalah prodi.

Saran kami, smeoga redaksi bisa lebih teliti dan lebih giat lagi dalam menggali informasi sebelum ditulis dalam pemberitaan (kasus klarifikasi saya soal smart card Unnes, express 11 april 2008 (jika tidak keliru) juga tidak mendapatkan tanggapan). Dengan demikian informasi yang ditangkap oleh pembaca menjadi lebih obyektif. Email ini juga agar menjadi perhatian bagi BP2M, untuk bisa menugaskan redaksi yang mau belajar lebih profesional. Karena jika hanya mengejar aspek provokatif saja, maka media ini menjadi kontraproduktif dengan semangat yang dibangun Unnes.

Salam,

===================================
SUGIYANTO
http://kangsugi.unnes.ac.id
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Jl. Raya Sekaran, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
telp. 024 8508034

UPT Komputer Unnes
Gedung H Lantai II, Kampus Sekaran Unnes
Telp. 024 8508083

KeUNNESan, Pengalaman , , ,

Wewenang dan Tanggung Jawab

April 18th, 2008

Pagi ini seperti biasa saya masuk Puskom (eh sekarang mau diganti BPTIK ya,…). Seperti biasa pula ada mahasiswa yang bermaksud bertemu. Lha ndak tahu kenapa kok mesti ketemu saya, padahal saya juga bukan Kapuskom, bukan Sekretaris Puskom, bukan Ketjur, bukan pembantu dekan, atau bahkan Pembantu Rektor I. Rata-rata mahasiswa datang dan memaksa saya untuk mengambil ’sebuah kebijakan’.

Yang datang kali ini adalah mahasiswa PKG PGSD S1. Masalahnya adalah dosen wali belum menyetujui KRS, KRS tidak dapat dicetak, Jurusan tidak tahu berbuat apa, dan menyuruh mahasiswanya mengadu ke Puskom. Setelah saya pikir-pikir kok apa puskom sekarang sudah menjadi lembaga ‘peraduan’?? Jika ditilik dari masalah ini, sebenarnya apa ada kaitan puskom dengan perwalian KRS?? Secara tata aturan yang benar, yang berhak dan berwenang menyetujui dan tidak menyetujui KRS adalah dosen wali. Perwalian dilakukan secara online. Jika dosen tidak berkenan perwalian secara online, maka disediakan alternatif perwalian manual, yang nantinya diinput oleh Sekjur ke SIkadu.

Jika itu tadi masalahnya, kenapa harus ke Puskom? Apakah sistem sejak lama memang demikian? Kalau begitu bagaimana dengan wewenang dan tanggungjawab ketua jurusan, sekjur, pembantu dekan 1? Itu kan menjadi tanggungjawab mereka untuk menyelesaikannya, sesuai dengan kontrak ketika beliau-beliau diangkat. Jika puskom dipaksa menyetujui KRS, apakah ini tidak justru merusak tatanan?

Pertanyaannya, kapankah seluruh sivitas akademika Unnes mengerti arti tanggungjawab, wewenang, hak, dan kewajiban mereka? Kapankah dosen wali, mahasiswa, pejabat, pegawai Unnes mau memahami hak dan kewajiban mereka? Yakin, jika semua sudah mengerti, maka Unnes akan cepat malaju menyusul universitas-universitas unggul di Indonesia. Semoga cita-cita Unnes SUTRA semakin dekat saja…

KeUNNESan, Umum , , , , ,