Menulis Huruf Aneh di Status Facebook atau Lainnya

June 5th, 2010

Tadi saya sempat penasaran, kok ada yang aneh. Orang menulis status dengan diselipi karakter aneh. ?TM, ©, ?, ?, ?, ?. Banyak karakter lain yang bisa dikombinasi menjadi bentuk, karakter, atau tulisan yang aneh. Telisik punya telisik, ternyata itu huruf ASCII yang dulu juga pernah lihat.

Untuk bisa menulis karakter ASCII pada status facebook atau pada textbook, maka dapat dilakukan dengan menekan bersama-sama tombol Alt + kode untuk tiap karakter. Kode bisa berupa angka desimal atau hexadesimal. Biasanya yang paling mudah dengan mengetikkan kode desimal. Misal karakter ? dapat ditulis dengan kode desimal 003d. ? adalah kode 004d, ? =005d,  ?=006d, dan lain-lain. Bila penasaran, silahkan dicoba saja menuliskan kode dari 000d sampai dengan 127d. Daftar ASCII selengkapnyadapat dilihat di http://u24114.hs-harz.de/files_gdi1/ascii.gif

Tips & Trik, Umum , , , , ,

Tahu Nikmatnya Sehat Tatkala Menikmati Sakit

June 4th, 2010

Sudah lama tidak melakukan posting di web ini. Ada banyak alasan yang bisa dijadikan alasan… (hhehehehe). Pertama waktu, ya waktu. Tampaknya waktu adalah faktor yang paling dominan mengapa aku sering lupa untuk update blog ini. Kok bisa? ya bisa tho.. Saat waktunya senggang, hati rasanya ingin sekali memanfaatkannya untuk istirahat. Mau nulis males, mau baca males, mau mengerjakan apapun males.Yang paling tidak males adalah bermalas-malasan. Sebaliknya saat waktunya sibuk, mengerjakan ini itu, mengejar deadline, dan mengajar mahasiswa, ujung-ujungnya tidak bisa nulis, tidak bisa baca. Tampaknya saya harus bisa belajar membaca. Ya, belajar membaca. Membaca waktu tentu salah satunya. Kapan waktu senggang bisa saya baca dan dimaknai sebagai waktu yang sibuk, dan membaca waktu yang sibuk sebagai waktu yang senggang. Dengan harapan semua serba setimbang.

Kedua, karena kondisi. Ini yang tidak bisa dilawan. Saya baru tersadar, bahwa sebaik apapun waktunya, sesenggang apapun waktunya, sebrilian apapun idenya, namun jika kondisi tidak memungkinkan ya tidak bisa tercapai apa yang diinginkan, termasuk nulis. Saya sekarang jadi mafhum, tidak semua yang diagendakan bisa diwujudkan. Saya jadi terbelalak, bahwa saya adalah makhluk kecil.

Judul di atas, memang sudah biasa ditulis orang lain. Namun saya baru saja memahami. Dulu memang saya tidak pernah memikirkan kalimat-kalimat itu. Tapi sekarang saya mengalaminya sendiri. Jika ada pertanyaan, adakah cara menikmati waktu kita dalam kondisi sehat? tentu banyak jawabannya. Kalau pertanyaannya sekarang adalah, apakah sakit bisa dinikmati? sebagai orang awam saya dengan tegas menjawab tidak. Ya, sakit tidak bisa dinikmati. Terus mengapa judulnya seperti itu?. Saya melihat tidak ada yang aneh kok. Namun judul itu harus dimaknai secara keseluruhan, dan jangan dipotong-potong. Orang yang sedang tidak menikmati, maka ia tidak akan bisa berfikir positif. Sebaliknya, orang yang menikmati tentu ia akan berfikir positif. Artinya, jika kita ingin tahu nikmatnya kondisi sehat, maka tatkala sakit pun kita harus bisa menikmatinya. Entah dengan berbagai cara. Jika kita sakit, kemudian kita tidak bisa menikmatinya, maka yang terjadi justru pikiran kita menjadi kalut, bahkan bisa meningkat stress. Nah pada kondisi tersebut, kita pasti tidak akan pernah berfikir bagaimana nikmatnya sehat. Namun jika kita menikmati sakit kita, maka kita akan bisa berfikir secara logis kelebih nikmatannya kondisi sehat. Coba dech renungkan.

Sembilan hari tergolek di RS Elisabeth sejak 8 Mei, gara-gara operasi ususbuntu akut atau dalam istilah medisnya appendicitis acute, membuat saya mulai berfikir. saya berusaha mati-matian untuk menikmati sakit saya. Memang susah, benar-benar susah. Tapi, saya mulai tahu apa maknanya menikmati sakit untuk bisa melihat lebih nikmatnya sehat.

Pengalaman, Umum , , , , ,

File Kuliah Pemrograman Komputer

March 3rd, 2010

File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/

Uncategorized , , ,

Unnes Peringkat ke-29 (INA) Webometrics Januari 2010

February 10th, 2010

Akhirnya pemeringkatan universitas kelas dunia versi Webometrics untuk periode Januari 2010 telah dibuka. Pemeringkatan yang agak terlambat 2 minggu dari jadwal akhir Januari 2010 ini tentu banyak ditunggu-tunggu oleh semua universitas, tak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sebagai pihak yang banyak bersinggungan dengan hal tersebut, saya juga dag-dig-dug dibuat menunggu. Setiap hari terus mencoba mengecek pemeringkatan periode ini dengan satu ketakutan, Unnes terlempar dari 6000 top.

Sore ini ketika membuka situs webometrics di www.webometrics.info, saya segera mencari pemeringkatan untuk Indonesia. Alhamdulillah setelah dilihat Unnes masuk peringkat ke-29 untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau peringkat 3724 untuk seluruh perguruan tinggi dunia. Sebelumnya Unnes menempati peringkat ke-5976 dunia pada bulan Juli 2009, dan harus puas bertengger pada posisi 4800 dunia pada pemeringkatan Januari 2009. Daftar selengkapnya untuk pemeringkatan Webometrics perguruan tinggi Indonesia yang masuk 6000 top dunia bisa dilihat pada halaman ini. Prestasi ini mungkin belumlah menyenangkan, karena rekan eks-IKIP seperti UM masuk peringkat 6 Indonesia, UPI peringkat 14, UNY peringkat 21, Unnes peringkat 29, sedangkan eks-IKIP yang lain seperti UNJ, UNESA, UNM, UNP, UNIMED belum kelihatan di jajaran 6000 top dunia.

Saya langsung melakukan kontak dengan Pak Rektor, Pak PR I, dan Pak Kepala UPT PTIK untuk menginformasikan hasil pemeringkatan ini. Hasil diskusi singkatnya adalah, kita perlu melakukan pembenahan di sektor RichFiles, dan Scholar. Karena pada pemeringkatan ini dari segi Size Unnes peringkat 3285 (21 Indonesia), Visibility peringkat ke 4727 (34), Rich Files 6448 (38), dan Scholar peringkat 2139 (18). Rangking ini tentunya mengalami kenaikan, walupun tidak signifikan. Seperti dalam tulisan saya yang lalu,  dalam pemeringkatan Webometrics yang dirilis Juli 2009, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya pada Januari 2009 peringkat ke-1945) pada unsur size, 7142 (Januari 2009 peringkat ke-4174) pada visibility, 6579 (Januari 2009 peringkat ke-8789) pada rich files, dan 8399 (Januari 2009 peringkat ke-9238) pada scholar.

Semoga hasil ini bisa membawa dampak yang baik bagi seluruh sivitas akademika Unnes. Viva Unnes Sutera!!

KeUNNESan, Pengalaman, Umum , , , , , , , ,

Alasan Utama Penolakan Ujian Nasional

January 29th, 2010

Mengapa ada sebagian kecil orang tua tidak setuju dengan Ujian Nasional? Mengapa ada sebagian siswa yang ikutan demo menolak Ujian Nasional? Berikut ini adalah alasan utamanya

  1. ORANGTUANYA KHAWATIR ANAKNYA TIDAK LULUS DAN MERASA MALU,
  2. MALU KALAU ANAKNYA AGAK GOBLOK
  3. Siswa sekarang sudah dicekoki dengan sifat tidak PD, tidak ulet, dan selalu dimanja. Ujung-ujungnya sifat pragmatis (ingin serba instan) selalu muncul.
  4. Tidak sadar kalau evaluasi oleh pihak eksternal itu penting, yang berarti belum ada kejujuran dalam diri sendiri.

Saya sangat sepakat jika Ujian Nasional diperbaiki kualitasnya. Tapi mengapa justru yang dipermasalahkan kok bukannya “banyaknya guru dan Kepala Sekolah yang melakukan kecurangan terstruktur”, kenapa bukannya bagaimana mengatasi ketidakjujuran siswa? kenapa bukan bagaimana menanamkan sifat ksatria dan penuh tanggungjawab kepada anak?

Itulah Indonesia kita tercinta. Semua dimabukkan oleh kepentingan sesaat. Semua disibukkan dengan urusan yang ingin serba instan. Padahal kalau kita cermati, untuk bisa lulus dari satuan pendidikan HARUS lulus dalam tiga komponen., dan masing-masing memiliki bobot yang sama. Yaitu kelulusan ujian nasional, kelulusan ujian sekolah, dan kelulusan dari satuan pendidikan. Masalah muncul karena kelulusan ujian sekolah dan kelulusan dari satuan pendidikan semua dikatrol habis-habisan. Semua sudah tidak jujur dalam hal ini. Pendidik tidak jujur, siswa tidak jujur, kepala sekolah juga tidak jujur.

Tidak lulus ujian nasional adalah hal yang lumrah. Lihat saja bagaimana ksatrianya bapak-bapak kita jaman dulu yang ketika tidak lulus ujian juga tidak shock, tidak stress. Karena memang lumrah, dalam sebuah evaluasi pasti ada yang gagal. Kalau semua lulus, justru itu menjadi tanda tanya besar. Ini terkait dengan sifat siswa dan anak-anak kita yang selalu saja dimanja habis-habisan. Tidak pernah diberikan latihan bertanggungjawab untuk memikul suatu masalah. Akhirnya kalau gagal, jadi stress, shock berat, bahkan ada yang bunuh diri. Mestinya orang tua juga harus instrospeksi diri, apakah sudah benar cara mengontrol anak. Pendidik juga harus mawas diri, apakah sudah sepebuh hati dalam mendidik siswa. Pengelola sekolah juga harus koreksi diri, apakah sudah jujur dalam melakukan manajemen sekolah. Pemerintah harus juga berkaca, sudah meratakah fasilitas pendidikan di negeri ini?

Kenyataan yang sunggu aneh, adalah pemberian bantuan/insentif bagi sekolah yang kelulusannnya tinggi, namun memberikan sanksi bagi sekolah dengan kelulusan rendah. Mestinya, pola pikir itu dibalik, yang kelulusannnya rendah diberikan bantuan. Dengan demikian, setiap sekolah akan jujur untuk memotret kualitas masing-masing. Tapi ini tidak mudah, karena semua pejabat butuh citra. Guru butuh citra. Kepala sekolah butuh citra. Orang tua butuh citra. Namun citra saja tidaklah cukup, melainkan tujuan akhirlah yang paling penting.

Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca kriteria kelulusan sebagai berikut:

A. Kelulusan Ujian Nasional (UN)

    Siswa dinyatakan lulus UN jika memenuhi standar kelulusan Un sebagai berikut :

  1. Memiliki nilai rata-rata minimum 5,00 untuk semua mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai dibawah 4,25.
  2. Memiliki nilai minimum 4,00 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing 6,00.

B. Kelulusan Ujian Sekolah

  1. Kepribadian sekurang-kurangnya mendapat nilai baik
  2. Lulus Ujian Praktik untuk semua mata ujian praktek
  3. Memiliki nilai rata-rata minimum 6,00.
  4. Memiliki nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Sekolah, berdasarkan kriteria ketuntasan minimal.

C. Kelulusan dari Satuan Pendidikan

    Pengumuman kelulusan siswa dari satuan pendidikan dilakukan oleh sekolah madrasah penyelenggara setelam menerima DKHUN. hasil ujian sekolah madrasah, serta hasil penilaian lainnya bagaimana tertera pada pasal 72 PP 19/2005, selengkapnya sebagai berikut :
  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok meta pelajaran agama dan ahlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
  3. lulus ujian sekolah madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknoplogi dan
  4. lulus UN
    1. nilai rata-rata kelulusan (NK) dihitung dengan menggunakan formula berikut :NK = (A+B+C)/3

      Keterangan :
      NK = Nilai rata-rata kelulusan
      A = Rata-rata nilai raport semester I - VI
      B = Rata-rata nilai ujian sekolah
      C = Rata-rata nilai ujian sekolah

    2. Predikat kelulusan berdasarkan katagori sebagai berikut :
      NK lebih besar atau sama dengan 8,5 = sangat baik
      NK lebih besar atau sama dengan 7,5 dan kurang dari 8,5 = baik
      NK kurang dari 7,5 = cukup
  5. Keempat kreteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan di atas harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila salah satu kriteria tidak terpenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari satuan pendidikan. Satuas pendidikan yang akan memberi predikat bagi peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan, sambil menunggu standar penilaian pendidikan ditetapkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Umum, Uncategorized , , , ,

Susahnya Install Driver Printer HP Laserjet P1006 pada Windows 7

January 28th, 2010

Kemarin tanpa sengaja disodori laptop baru untuk kerja. Lumayan baguslah untuk ukuran saya, Sony Vaio TT VGN-TT46GG dengan prosesor Intel Core 2 Duo SU9600 (1.6 GHz), Memory 4 GB, dan hard disk drive 250 GB. Parahnya pada laptop itu sudah terinstall Windows 7 original.
Utak-atik sana sini, coba internet, coba office trial, dan lain-lain. Biasanya saya selalu melakukan install Opensuse 11.2, namun karena DVD OpenSuse belum dibakar, akhirnya belum kesampaian. Utak-atik akhirnya sampai pada cetak-mencetak dengan printer HP Laserjet P1006. Ketika install drivernya yang saya cari dari situs HP di http://h10025.www1.hp.com/ewfrf/wc/softwareList?os=4063&lc=en&dlc=en&cc=us&lang=en&product=3435684 masalah semakin runyam, karena driver selalu gagal diinstall. Sudah coba diikuti urutan install: mengekstrak driver, install, dan selalu terhenti ketika driver meminta mengkonekkan printer ke komputer. Sudah dihidupkan, eh ternyata si printer ga pernah kedetect. Satu dua kali ga bisa. Satu dua hari dicoba lagi ga bisa. Direstart dicoba install lagi masih gagal. Akhirnya menyerah!
Wah parah…. punya komputer baru kok malah ga bisa mencetak… Malam ini dengan berbagai upaya dan kenggondokan yang masih tersisa, akhirnya aku coba lagi untuk install drivernya. Akhirnya berhasil… Wow.. Berikut ini tips dan triknya yang barangkali bermanfaat bagi pembaca:

  1. Lakukan install driver seperti biasa, pastikan lokasi dimana driver printer HP Laserjet P1006 tersebut berada, misalnya di C:\hp_P1000_P1500_Full_Solution. Biasanya seperti saya ceritakan tadi install driver akan gagal ketika komputer meminta untuk mengkoneksikan printer ke komputer, walaupun printer sudah dihidupkan. Jangan panik!, biarkan saja sang installer gagal, yang penting driver sudah diekstrak di folder tersebut.
  2. Pada halaman depan, Klik Start kemudian klik kanan Computer pilih Manage.
  3. Akan tampil Computer Management. Pilih Device Manager. Cari device printer HP yang masih bertanda ‘pentung’ berwarna kuning, yang berarti driver belum pas.
  4. Klik kanan device tersebut, kemudian pilih Update Driver Software.. Cari dimana driver printer tersebut disimpan sebagaimana langkah 1.
  5. Klik OK, dan ikuti langkah selanjutnya.
  6. Printer siap dipakai.

Wah ternyata ribet bener install driver printer di Windows 7.  Hal ini mungkin Windows 7 sangat ingin menjaga keamanan komputer, tapi malah membuat susah penggunanya. Moga bermanfaat!

Pengalaman, Tips & Trik, Windows , , , , , ,

Webometrics Juli 2009

July 31st, 2009

Akhirnya pemeringkatan Webometrics untuk edisi Juli 2009 hari ini (30/07) keluar sudah.  Sebanyak 39 perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam jajaran Top 6000 Universities, tak terkecuali Unnes. Namun yang patut disayangkan peringkat Unnes (unnes.ac.id) harus anjlok ke posisi 38 dari sebelumnya pada bulan Januari 2009 di posisi 33 untuk perguruan tinggi di Indonesia.

Metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab, sebuah group lembaga riset dari the Centro de Información y Documentación (CINDOC), tetap sama sebagaimana yang dipakai pada pemeringkatan sebelumnya. Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis Juli 2009 tersebut, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya 1945) pada unsur size, 7142 (4174) pada visibility, 6579 (8789) pada rich files, dan 8399 (9238) pada scholar. Pada semua unsur Unnes mengalami kemunduran yang luar biasa  kecuali untuk capaian rich files yang meningkat pemeringkatannya. Dengan penurunan rangking ini, Unnes yang sebelumnya masuk dalam peringkat 4800 dunia, saat ini harus puas bertengger pada posisi 5976.

Melihat hasil ini, tampaknya semua pihak harus segera proaktif berbuat sesuatu. Apa yang telah dikerjakan sebelumnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi tampaknya belum berhasil. Masih diperlukan kerja keras dan kerjasama antar unit terkait di Unnes. Unit di Unnes adalah bagian integral dari sebuah lembaga besar Unnes. untuk itu perlu dilakukan penyamaan persepsi baik dalam bidang akademik (atau lebih familiar disebut bidang I), bidang administrasi dan keuangan (II), kemahasiswaan dan alumni (III), dan lebih lagi bidang kerjasama (IV). Antar bidang tersebut mestinya tidak saling menunggu, tetapi harus saling rangkul untuk berusaha memulai lebih dahulu, tentu dengan proporsi, wewenang, dan tugas yang sesuai. Tidak ada baiknya jika semua saling tuding kesalahan, saling klaim keberhasilan. Karena memang kesalahan dan keberhasilan yang telah dilakukan dan dicapai adalah kesalahan dan keberhasilan lembaga.

Mudah-mudahan Unnes segara mengambil hikmah dibalik ‘anjlok’nya peringkat Unnes dalam webometrics periode Juli 2009 ini, dan segera meningkatkan kinerja yang lebih baik. Semoga!!

KeUNNESan, Pengalaman , , , ,

Orang Berilmu Kok Masih Saja Membajak

May 28th, 2009

Minggu ini (27 s.d 29 Mei 2009)  saya dengan Prof. Wahyu diundang ke Jakarta dalam rangka memberikan sosialisasi penggunaan Aplikasi Sertifikasi Guru (ASG) 2009. Dibantu sama mas Ilham dan Mona, kali ini giliran  tim data PSG dari rayon lama yang diundang untuk sosialisasi setelah minggu sebelumnya Dikti mengundang PSG dari LPTK yang tahun ini baru mulai menjadi LPTK penyelenggara sertifikasi guru.

Ada satu hal yang menarik yang dapat saya petik, bahwa rata-rata orang-orang ICT di perguruan tinggi eks IKIP atau LPTK tidak mengenal dan memahami apa itu software legal dan software bajakan. Sesuatu yang sungguh di luar kemampuan saya untuk dapat menjawab mengapa bisa seperti itu. Ketika disodori program ASG yang bisa dicoba diinstall di server yang legal, maka rata-rata mereka keberatan. Mereka rata-rata sudah mengenal dengan baik Windows, meskipun bajakan. Ketika ditawari untuk mencoba yang tidak membajak dengan menggunakan Linux, eh ternyata tidak ada yang berani.

Saya berfikir ada apa?, mereka kan orang berilmu, kenapa masih saja berbuat seperti itu. .. Entah sampai kapan bangsa ini akan menjadi bangsa pembajak software terbesar. Wallahua’lamu bisshowab.

Pengalaman, Windows , , ,

Unnes Masuk World Class University versi Webometrics

March 21st, 2009
Semarang, unnes.ac.id. Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dilakukan oleh lembaga Webometrics yang berkantor pusat di Madrid, Spanyol ini menetapkan untuk pertama kalinya situs Universitas Negeri Semarang (unnes.ac.id) masuk dalam 5000 besar dunia pada rangking 4800. Pada rilis terbaru Webometrics Senin 26 Januari 2009 pukul 17.30 waktu Spanyol atau pukul 23.30 WIB, website Unnes mengalami lonjakan peringkat yang cukup signifikan dalam rangking dunia. Pada edisi Januari 2008 Unnes sama sekali belum masuk penilaian dari Webometrics, sedangkan pada edisi Juli 2008 Unnes masih berada di peringkat 7.040, dan pada pada edisi terbaru Januari 2009 ini, Unnes menempati peringkat 4.800 dunia. Dari situsnya di www.webometrics.info, Webometrics mengklaim telah mendata lebih dari 16 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia untuk dinilai. Webometrics telah menyelenggarakan penilaian dan penyusunan peringkat website perguruan tinggi sejak tahun 2004.Rilis Januari 2009 ini untuk pertama kalinya, dari 132 perguruan tinggi Indonesia menempatkan 33 perguruan tinggi masuk dalam jajaran 5000 terbaik dunia. Untuk peringkat di Asia Tenggara Unnes menempati peringkat 142 dari 724 perguruan tinggi yang dinilai. Sedangkan untuk peringkat nasional, website Unnes menempati peringkat 33 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang terdata oleh Webometrics. Hanya ada tiga perguruan tinggi eks IKIP yang mampu menembus 5000 besar dunia yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada peringkat 3310, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada peringkat 3347, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada peringkat 4800.

Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files ? yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis tersebut, Unnes menempati posisi 1945 pada unsur size, 4174 pada visibility, 8789 pada rich files, dan 9238 pada scholar. Pada unsur size Unnes menempati rangking yang cukup baik yaitu posisi ke 12 di Indonesia di bawah UPI, UNS, dan Undip. Pada sisi visibility, Rich Files, dan Scholar Unnes masih harus berjuang lebih keras untuk dapat meningkatkan posisinya, sehingga pada pemeringkatan Juli 2009, Unnes minimal bisa masuk dalam jajaran 4000 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Menyikapi hasil rilis webometrics tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof. Dr. Supriadi Rustad, segera melakukan serangkaian koordinasi dengan tim pengembang teknologi informasi Unnes. Beberapa catatan yang perlu segera dilakukan telah dibuat untuk segera ditindaklanjuti oleh tim. Dengan bekerja secara solid, terarah, terukur, dan terencana, maka tidak mustahil pada pemeringkatan Juli 2009 yang akan datang Unnes akan melejit menjadi perguruan tinggi terbaik di tingkat dunia sebagaimana diamanahkan dalam visi Unnes yaitu menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera. Semoga!.

KeUNNESan , , , , ,

Soal Prediksi Ujian Nasional (UN) 2009

March 6th, 2009

Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.

JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.

Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.

Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No.  82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.

Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.

KeUNNESan, Umum , , , , , ,