File Kuliah Pemrograman Komputer
File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/
File presentasi kuliah Pemrograman Komputer (FIS109, 3 SKS) semester genap 2009/2010 dapat didownload di: http://kangsugi.unnes.ac.id/blog/teaching/progkom/
Akhirnya pemeringkatan universitas kelas dunia versi Webometrics untuk periode Januari 2010 telah dibuka. Pemeringkatan yang agak terlambat 2 minggu dari jadwal akhir Januari 2010 ini tentu banyak ditunggu-tunggu oleh semua universitas, tak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sebagai pihak yang banyak bersinggungan dengan hal tersebut, saya juga dag-dig-dug dibuat menunggu. Setiap hari terus mencoba mengecek pemeringkatan periode ini dengan satu ketakutan, Unnes terlempar dari 6000 top.
Sore ini ketika membuka situs webometrics di www.webometrics.info, saya segera mencari pemeringkatan untuk Indonesia. Alhamdulillah setelah dilihat Unnes masuk peringkat ke-29 untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia atau peringkat 3724 untuk seluruh perguruan tinggi dunia. Sebelumnya Unnes menempati peringkat ke-5976 dunia pada bulan Juli 2009, dan harus puas bertengger pada posisi 4800 dunia pada pemeringkatan Januari 2009. Daftar selengkapnya untuk pemeringkatan Webometrics perguruan tinggi Indonesia yang masuk 6000 top dunia bisa dilihat pada halaman ini. Prestasi ini mungkin belumlah menyenangkan, karena rekan eks-IKIP seperti UM masuk peringkat 6 Indonesia, UPI peringkat 14, UNY peringkat 21, Unnes peringkat 29, sedangkan eks-IKIP yang lain seperti UNJ, UNESA, UNM, UNP, UNIMED belum kelihatan di jajaran 6000 top dunia.
Saya langsung melakukan kontak dengan Pak Rektor, Pak PR I, dan Pak Kepala UPT PTIK untuk menginformasikan hasil pemeringkatan ini. Hasil diskusi singkatnya adalah, kita perlu melakukan pembenahan di sektor RichFiles, dan Scholar. Karena pada pemeringkatan ini dari segi Size Unnes peringkat 3285 (21 Indonesia), Visibility peringkat ke 4727 (34), Rich Files 6448 (38), dan Scholar peringkat 2139 (18). Rangking ini tentunya mengalami kenaikan, walupun tidak signifikan. Seperti dalam tulisan saya yang lalu, dalam pemeringkatan Webometrics yang dirilis Juli 2009, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya pada Januari 2009 peringkat ke-1945) pada unsur size, 7142 (Januari 2009 peringkat ke-4174) pada visibility, 6579 (Januari 2009 peringkat ke-8789) pada rich files, dan 8399 (Januari 2009 peringkat ke-9238) pada scholar.
Semoga hasil ini bisa membawa dampak yang baik bagi seluruh sivitas akademika Unnes. Viva Unnes Sutera!!
Mengapa ada sebagian kecil orang tua tidak setuju dengan Ujian Nasional? Mengapa ada sebagian siswa yang ikutan demo menolak Ujian Nasional? Berikut ini adalah alasan utamanya
Saya sangat sepakat jika Ujian Nasional diperbaiki kualitasnya. Tapi mengapa justru yang dipermasalahkan kok bukannya “banyaknya guru dan Kepala Sekolah yang melakukan kecurangan terstruktur”, kenapa bukannya bagaimana mengatasi ketidakjujuran siswa? kenapa bukan bagaimana menanamkan sifat ksatria dan penuh tanggungjawab kepada anak?
Itulah Indonesia kita tercinta. Semua dimabukkan oleh kepentingan sesaat. Semua disibukkan dengan urusan yang ingin serba instan. Padahal kalau kita cermati, untuk bisa lulus dari satuan pendidikan HARUS lulus dalam tiga komponen., dan masing-masing memiliki bobot yang sama. Yaitu kelulusan ujian nasional, kelulusan ujian sekolah, dan kelulusan dari satuan pendidikan. Masalah muncul karena kelulusan ujian sekolah dan kelulusan dari satuan pendidikan semua dikatrol habis-habisan. Semua sudah tidak jujur dalam hal ini. Pendidik tidak jujur, siswa tidak jujur, kepala sekolah juga tidak jujur.
Tidak lulus ujian nasional adalah hal yang lumrah. Lihat saja bagaimana ksatrianya bapak-bapak kita jaman dulu yang ketika tidak lulus ujian juga tidak shock, tidak stress. Karena memang lumrah, dalam sebuah evaluasi pasti ada yang gagal. Kalau semua lulus, justru itu menjadi tanda tanya besar. Ini terkait dengan sifat siswa dan anak-anak kita yang selalu saja dimanja habis-habisan. Tidak pernah diberikan latihan bertanggungjawab untuk memikul suatu masalah. Akhirnya kalau gagal, jadi stress, shock berat, bahkan ada yang bunuh diri. Mestinya orang tua juga harus instrospeksi diri, apakah sudah benar cara mengontrol anak. Pendidik juga harus mawas diri, apakah sudah sepebuh hati dalam mendidik siswa. Pengelola sekolah juga harus koreksi diri, apakah sudah jujur dalam melakukan manajemen sekolah. Pemerintah harus juga berkaca, sudah meratakah fasilitas pendidikan di negeri ini?
Kenyataan yang sunggu aneh, adalah pemberian bantuan/insentif bagi sekolah yang kelulusannnya tinggi, namun memberikan sanksi bagi sekolah dengan kelulusan rendah. Mestinya, pola pikir itu dibalik, yang kelulusannnya rendah diberikan bantuan. Dengan demikian, setiap sekolah akan jujur untuk memotret kualitas masing-masing. Tapi ini tidak mudah, karena semua pejabat butuh citra. Guru butuh citra. Kepala sekolah butuh citra. Orang tua butuh citra. Namun citra saja tidaklah cukup, melainkan tujuan akhirlah yang paling penting.
Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca kriteria kelulusan sebagai berikut:
A. Kelulusan Ujian Nasional (UN)
B. Kelulusan Ujian Sekolah
C. Kelulusan dari Satuan Pendidikan
Keterangan :
NK = Nilai rata-rata kelulusan
A = Rata-rata nilai raport semester I - VI
B = Rata-rata nilai ujian sekolah
C = Rata-rata nilai ujian sekolah
Keempat kreteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan di atas harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila salah satu kriteria tidak terpenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari satuan pendidikan. Satuas pendidikan yang akan memberi predikat bagi peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan, sambil menunggu standar penilaian pendidikan ditetapkan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Kemarin tanpa sengaja disodori laptop baru untuk kerja. Lumayan baguslah untuk ukuran saya, Sony Vaio TT VGN-TT46GG dengan prosesor Intel Core 2 Duo SU9600 (1.6 GHz), Memory 4 GB, dan hard disk drive 250 GB. Parahnya pada laptop itu sudah terinstall Windows 7 original.
Utak-atik sana sini, coba internet, coba office trial, dan lain-lain. Biasanya saya selalu melakukan install Opensuse 11.2, namun karena DVD OpenSuse belum dibakar, akhirnya belum kesampaian. Utak-atik akhirnya sampai pada cetak-mencetak dengan printer HP Laserjet P1006. Ketika install drivernya yang saya cari dari situs HP di http://h10025.www1.hp.com/ewfrf/wc/softwareList?os=4063&lc=en&dlc=en&cc=us&lang=en&product=3435684 masalah semakin runyam, karena driver selalu gagal diinstall. Sudah coba diikuti urutan install: mengekstrak driver, install, dan selalu terhenti ketika driver meminta mengkonekkan printer ke komputer. Sudah dihidupkan, eh ternyata si printer ga pernah kedetect. Satu dua kali ga bisa. Satu dua hari dicoba lagi ga bisa. Direstart dicoba install lagi masih gagal. Akhirnya menyerah!
Wah parah…. punya komputer baru kok malah ga bisa mencetak… Malam ini dengan berbagai upaya dan kenggondokan yang masih tersisa, akhirnya aku coba lagi untuk install drivernya. Akhirnya berhasil… Wow.. Berikut ini tips dan triknya yang barangkali bermanfaat bagi pembaca:
Wah ternyata ribet bener install driver printer di Windows 7. Hal ini mungkin Windows 7 sangat ingin menjaga keamanan komputer, tapi malah membuat susah penggunanya. Moga bermanfaat!
Akhirnya pemeringkatan Webometrics untuk edisi Juli 2009 hari ini (30/07) keluar sudah. Sebanyak 39 perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam jajaran Top 6000 Universities, tak terkecuali Unnes. Namun yang patut disayangkan peringkat Unnes (unnes.ac.id) harus anjlok ke posisi 38 dari sebelumnya pada bulan Januari 2009 di posisi 33 untuk perguruan tinggi di Indonesia.
Metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab, sebuah group lembaga riset dari the Centro de Información y Documentación (CINDOC), tetap sama sebagaimana yang dipakai pada pemeringkatan sebelumnya. Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis Juli 2009 tersebut, Unnes menempati posisi 2406 (sebelumnya 1945) pada unsur size, 7142 (4174) pada visibility, 6579 (8789) pada rich files, dan 8399 (9238) pada scholar. Pada semua unsur Unnes mengalami kemunduran yang luar biasa kecuali untuk capaian rich files yang meningkat pemeringkatannya. Dengan penurunan rangking ini, Unnes yang sebelumnya masuk dalam peringkat 4800 dunia, saat ini harus puas bertengger pada posisi 5976.
Melihat hasil ini, tampaknya semua pihak harus segera proaktif berbuat sesuatu. Apa yang telah dikerjakan sebelumnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi tampaknya belum berhasil. Masih diperlukan kerja keras dan kerjasama antar unit terkait di Unnes. Unit di Unnes adalah bagian integral dari sebuah lembaga besar Unnes. untuk itu perlu dilakukan penyamaan persepsi baik dalam bidang akademik (atau lebih familiar disebut bidang I), bidang administrasi dan keuangan (II), kemahasiswaan dan alumni (III), dan lebih lagi bidang kerjasama (IV). Antar bidang tersebut mestinya tidak saling menunggu, tetapi harus saling rangkul untuk berusaha memulai lebih dahulu, tentu dengan proporsi, wewenang, dan tugas yang sesuai. Tidak ada baiknya jika semua saling tuding kesalahan, saling klaim keberhasilan. Karena memang kesalahan dan keberhasilan yang telah dilakukan dan dicapai adalah kesalahan dan keberhasilan lembaga.
Mudah-mudahan Unnes segara mengambil hikmah dibalik ‘anjlok’nya peringkat Unnes dalam webometrics periode Juli 2009 ini, dan segera meningkatkan kinerja yang lebih baik. Semoga!!
Minggu ini (27 s.d 29 Mei 2009) saya dengan Prof. Wahyu diundang ke Jakarta dalam rangka memberikan sosialisasi penggunaan Aplikasi Sertifikasi Guru (ASG) 2009. Dibantu sama mas Ilham dan Mona, kali ini giliran tim data PSG dari rayon lama yang diundang untuk sosialisasi setelah minggu sebelumnya Dikti mengundang PSG dari LPTK yang tahun ini baru mulai menjadi LPTK penyelenggara sertifikasi guru.
Ada satu hal yang menarik yang dapat saya petik, bahwa rata-rata orang-orang ICT di perguruan tinggi eks IKIP atau LPTK tidak mengenal dan memahami apa itu software legal dan software bajakan. Sesuatu yang sungguh di luar kemampuan saya untuk dapat menjawab mengapa bisa seperti itu. Ketika disodori program ASG yang bisa dicoba diinstall di server yang legal, maka rata-rata mereka keberatan. Mereka rata-rata sudah mengenal dengan baik Windows, meskipun bajakan. Ketika ditawari untuk mencoba yang tidak membajak dengan menggunakan Linux, eh ternyata tidak ada yang berani.
Saya berfikir ada apa?, mereka kan orang berilmu, kenapa masih saja berbuat seperti itu. .. Entah sampai kapan bangsa ini akan menjadi bangsa pembajak software terbesar. Wallahua’lamu bisshowab.
Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking perguruan tinggi didasarkan pada 4 unsur penilaian, yaitu visibility (V) yang menghitung berapa banyak external link yang terkandung website tersebut, size (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, rich files ? yang menghitung berapa banyak file jenis pdf (adobe acrobat), ps (Adobe PostScript), doc (Word Document), dan ppt (Presentation Document), serta scholar (Sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan. Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan 50%*V+20%*S+15%*R+15%*Sc. Dalam rilis tersebut, Unnes menempati posisi 1945 pada unsur size, 4174 pada visibility, 8789 pada rich files, dan 9238 pada scholar. Pada unsur size Unnes menempati rangking yang cukup baik yaitu posisi ke 12 di Indonesia di bawah UPI, UNS, dan Undip. Pada sisi visibility, Rich Files, dan Scholar Unnes masih harus berjuang lebih keras untuk dapat meningkatkan posisinya, sehingga pada pemeringkatan Juli 2009, Unnes minimal bisa masuk dalam jajaran 4000 perguruan tinggi terbaik di dunia.
Menyikapi hasil rilis webometrics tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof. Dr. Supriadi Rustad, segera melakukan serangkaian koordinasi dengan tim pengembang teknologi informasi Unnes. Beberapa catatan yang perlu segera dilakukan telah dibuat untuk segera ditindaklanjuti oleh tim. Dengan bekerja secara solid, terarah, terukur, dan terencana, maka tidak mustahil pada pemeringkatan Juli 2009 yang akan datang Unnes akan melejit menjadi perguruan tinggi terbaik di tingkat dunia sebagaimana diamanahkan dalam visi Unnes yaitu menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera. Semoga!.
Ujian Nasional (UN) 2009 baik untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah maupun UN untuk sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah sebentar lagi akan dilaksanakan. Biasanya, hampir semua sekolah melakukan drill soal-soal ujian kepada siswanya. Satu hal yang mungkin sangat naif menurut hati saya. CUma memang barangkali baru itu yang bisa diperbuat sekolah berkaitan dengan kebijakan UN tersebut. Sekolah dituntut untuk tampil baik dengan meluluskan semua siswanya. Kelulusan siswa menjadi tolok ukur prestasi sekolah. Namun apakah ini benar? menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar. Alasannya apa kang? Di satu sisi, memang benar bahwa dengan baiknya pola pembelajaran yang dilakukan sekolah, maka secara sunnatullah siswa yang semula tidak tahu akan menjadi ‘tahu’, sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu jika sekolah memang benar-benar berfungsi sebagai sekolah, bukan tempat penggorengan kacang-kacang masa depan yang menjadi gosong hanya agar bisa dinikmati sesegera. Namun dibalik itu semua, bahwa lulus dan tidak lulus dalam sebuah ujian adalah sebuah hal yang normal. Secara sunnatullah pula, bahwa tidak lulus ujian adalah hal yang lumrah bagi mereka yang memang secara ilmu tidak mampu. Jadi bagi mereka yang sebenarnya tidak mampu ya jangan dipaksa-paksa untuk lulus dengan cepat. Jangan-jangan nanti malah menjadi gosong dan tidak berguna lagi. Dalam statistikpun dikenal kurva normal dalam memandang sesuatu yang ideal. Jadi kalau ada yang tidak lulus adalah suatu kewajaran, jadi bukan suatu aib bagi sekolah.
JIka semua pihak sudah menyadari demikian, maka tindakan yang tidak terpuji dengan memanipulasi hasil UN tentu bukanlah suatu yang perlu dilakukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang mengusung trendmark ‘Islam’ semacam Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah. Banyak dari pimpinan sekolah yang ingin semua siswanya lulus ujian dengan berbagai cara. Dan seperti saya utarakan di atas, sudah jamak jika semua siswanya lulus UN, maka Kepala Sekolah disebut berhasil. Padahal mereka melakukan kecurangan. Masyaallah.
Ujian Nasional tingkat SMA/MA mulai tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Karena pengelolaannya diserahkan ke Perguruan Tinggi. Di Jawa Teng ah atas rekomendasi Majlis Rektor Indonesia, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjuk Unnes sebagai penyelenggara UN Tahun 2009 tingkat Jawa Tengah bersama dengan Gubernur Jawa Tengah. Dengan adanya peran PT di sini, maka kebocoran soal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap peserta akan bisa dihilangkan. Mengapa? karena track record perguruan tinggi dalam menyelenggarakan ujian masuk bersama tingkat nasional belum sekalipun yang bocor.
Sebagai bahan pertimbangan, khusus bagi peserta UN 2009, maka perlu kiranya membaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 , Permendiknas Nomor 78 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009 , dan Permendiknas No. 82 tahun 2008 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dari Permendiknas ini baik guru dan peserta UN 2009 bisa memprediksikan soal-soal yang akan diujikan pada UN 2009 nantinya. Karena dalam Permendiknas tersebut sudah diberikan kisi-kisi soal UN 2009.
Silahkan bagi yang berminat bisa download file Permendiknas di halaman ini.
Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (SPMU) tahun 2009 sedikit mengalami perubahan bila dibandingkan dengan SPMU tahun sebelumnya. SPMU 2009 dilaksanakan dengan membuka dua jalur seleksi yaitu seleksi jenjang diploma (D3) dan Sarjana (S1), dan seleksi SPMU berbeasiswa (SPMU-B) yang seleksinya dilaksanakan secara bersamaan. Setelah melalui masa pendaftaran dan verifikasi secara online mulai tanggal 13 Januari 2009 sampai dengan 13 Februari 2009, jumlah total peserta tes SPMU 2009 sebanyak 19.252 orang atau naik secara signifikan sebesar 44,06% dari peserta tahun sebelumnya 13.364 orang. Sebagaimana tahun sebelumnya pada SPMU tahun ini didominasi oleh pendaftar berjenis kelamin wanita sebanyak 11.658 orang (60,55%) dan 7.594 orang (39,45%) laki-laki.
Tingginya animo masyarakat dalam SPMU 2009 ini mengakibatkan tidak semua peserta tes tulis yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2009 melangsungkan tes di Kampus Utama Sekaran. Lokasi tes tulis tersebar dalam 19 lokasi yang meliputi 6 area fakultas di Kampus Utama Sekaran (Gedung A s.d F), Kampus Unisbank Jl. Tri Lomba Juang, Kampus Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Pawiyatan Luhur, Semua gedung di Kampus Undip Tembalang, Fakultas Sastra Undip di Pleburan, seluruh gedung di Politeknik Negeri Semarang (Polines) Tembalang, Kampus Untag di jl. Pemuda, Kampus I USM di Jl. Atmodirono, Kampus USM III di Jl. Soekarno-Hatta, Kampus IAIN Walisongo Semarang, STIE Dharma Putra Jl. Pamularsih, SMA Ksatrian 1 Jl. Pamularsih, dan SMA -SMP Institut Indonesia (SMA/SMP II) Jl. Maluku Semarang.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada saat hari pelaksanaan biasanya akan terjadi kemacetan di beberapa titik rawan yang merupakan pertemuan beberapa jalur angkutan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai terjadinya kemacetan adalah Pasar Sampangan dan jalan Menoreh Raya, Jembatan Besi Sampangan, Sumur Jurang Ungaran-Gunungpati, dan beberapa titik di jalan sekitar Kampus Sekaran Gunungpati Semarang. Untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan, maka panitia SPMU 2009 sudah bekerjasama dengan pihak yang terkait baik dari Kepolisian, Resimen Mahasiswa, dan Pramuka untuk dapat ikut membantu kelancaran jalannya SPMU 2009 dengan menempatkan beberapa personil mereka di titik-titik yang berpotensi mengalami kerawanan.
Untuk mempermudah akses masuk ke lokasi tes tulis, maka disarankan bagi peserta SPMU untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. (1) Bagi peserta yang datang dari luar kota Semarang dan sekitarnya, seyogyanya untuk datang ke Semarang dan melihat dan memastikan lokasi tes tulis sehari sebelum tes dilangsungkan. Dengan demikian pada hari pelaksanaan, peserta tidak lagi harus mencari-cari lokasi tes tulisnya. (2) Panitia telah membuat peta lokasi SPMU 2009 beserta arah dan rute yang bisa diunduh di http://spmu.unnes.ac.id/fileku/peta_spmu_2009.pdf. Dengan bantuan peta dan rute lokasi SPMU tersebut, diharapkan membantu peserta untuk menemukan lokasi tes secara lebih cepat baik yang datang secara kolektif maupun perseorangan. (3) Pastikan semua peralatan dan perlengkapan tes tulis telah tersedia. Lembar jawaban tes menggunakan format Lembar Jawab Komputer (LJK). Panitia tidak menyediakan pensil, karet penghapus, dan alas untuk mengerjakan tes tulis. (4) Seluruh peserta diharapkan untuk dapat makan pagi (sarapan) sebelum tes dilangsungkan, mengingat tes tulis akan dilaksanakan secara maraton mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. (5) Peserta hendaknya tidak mempercayai oknum atau pihak tertentu yang mengatasnamakan panitia SPMU 2009 yang menjanjikan dapat menjamin kelulusan seleksi SPMU 2009 dengan imbalan sejumlah uang yang diserahkan baik sebelum atau sesudah pengumuman hasil SPMU. Jika ada oknum yang melakukan hal tersebut maka dapat dipastikan itu merupakan bentuk penipuan bagi peserta SPMU. Panitia akan melakukan seleksi secara otomatis dengan bantuan komputer berdasarkan hasil tes tulis, tes keterampilan, tes wawancara, dan atau data lain yang diperlukan. Tidak ada campur tangan panitia secara langsung dalam memilih calon peserta yang diterima melalui SPMU 2009.
Bagi peserta yang memiliki masalah atau ada hal-hal yang perlu ditanyakan, maka sebaiknya melakukan kontak secara langsung ke Panitia SPMU 2009. Anda dapat menghubungi Sekretariat Panitia SPMU 2009 di Bagian Pendidikan dan Evaluasi BAAK Unnes, Gedung H Lantai I, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, telp. / fax. (024) 8508084, e-mail: spmu@unnes.ac.id , untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah yang Anda hadapi. Selamat berjuang dan berkompetisi secara sehat dalam SPMU 2009. Kami tunggu kedatangan Anda di Kampus Hijau Universitas Negeri Semarang. Semoga Sukses.
Hari ini tidak banyak aktivitas yang aku lakukan selain mondar-mandir dengan penuh kegelisahan. Rasanya sedikit jalan keluar dari Kampus saja sudah banyak pikiran yang membayangi, apalagi kalau bukan persoalan pendaftaran SPMU. Seperti diketahui, bahwa pendafatran SPMU 2009 sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara online mulai tanggal 13 Januari s.d 13 Februari 2009. Prosedur pendaftaran, mekanisme verifikasi, dan coding program aplikasi bukanlah menjadi persoalan saat ini. Justru persoalan muncul ketika peserta yang mendaftar lebih banyak dari perkiraan awal sekitar 13 ribu. Nah sampai pada hari selasa, 10 Februari 2009 pukul 17:49 WIB tercatat yang melalukan pengisian formulir secara online sebanyak 35.036 pendaftar, sedangkan yang sudah melakukan verifikasi atau daftar ulang sebanyak 14.344 orang.
Jika menilik data tahun-tahun lalu, maka prediksi jumlah peserta SPMU tahun 2009 akan nggegirisi. Tahun 2007, tahun awal pelaksanaan SPMU, pendaftar Unnes yang tercatat mengisi formulir adalah 20.033 orang dengan rincian 19.346 orang mendaftar program sarjana dan 687 program diploma. Dari pendaftar yang telah mengisi formulir tersebut terdapat 15.290 orang (76,32% dari data unik). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut ini

Maka wajar jika semua khawatir, karena jika dilihat diprediksi peserta SPMU 2009 berarti Unnes harus menyediakan ruang minimal 18.000 tempat duduk. Ini bukan angka yang kecil untuk ukuran kota Semarang, mengingat untuk SPMU 2009 ini seluruh ruang di perguruan tinggi di Semarang sudah dipakai. Ruang perguruan tinggi yang sudah dipakai berikut kapasitasnya adalah: Unnes Kampus Sekaran (7220 orang), Unisbank Jl. Tri LOmba Juang (1060 orang), Untag Jl. Pawiyatan Luhur (1640 orang), Kampus Undip Tembalang (3000 orang), IAIN Walisongo Semarang (1040 orang), Untag Jl. Pemuda (580 orang), dan Fakultas Sastra Undip Pleburan (540 orang). Total kapasitas ruang yang sudah tersedia sampai hari ini adalah 15.080 orang. Jika pendaftaran masih tiga hari dan sehari bisa melayani 1000 mahasiswa saja, maka akan ada 17 ribu lebih peserta SPMU. Jadi Unnes harus menyediakan kekurangan ruang sekitar 2000 tempat duduk.
Wah pusing ah…. Semoga sukses saja..
Komentar Terakhir